banner 970x250
InternasionalOlahraga

Drama Injury Time! Gol Roket Eustaquio Bawa Kanada Lolos Dramatis ke 16 Besar

12
×

Drama Injury Time! Gol Roket Eustaquio Bawa Kanada Lolos Dramatis ke 16 Besar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Foto: Akun X @Fifaworldcup

INTERNASIONAL – Pertarungan sengit tersaji di Los Angeles Stadium saat tim nasional Kanada berhadapan dengan Afrika Selatan pada putaran 32 besar FIFA World Cup 2026™, Minggu (28/06/2026).

Dalam laga yang menguras emosi tersebut, armada asuhan Jesse Marsch akhirnya sukses menyegel tiket ke babak 16 besar lewat gol tunggal Stephen Eustaquio yang tercipta secara dramatis tepat di pengujung laga.

banner 300x600

Sepanjang babak pertama, skuad Bafana Bafana sebenarnya mampu memberikan perlawanan yang sangat merepotkan.

Mereka kerap merancang skema serangan yang memanjakan mata, namun sayangnya penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat sejumlah peluang terbuang sia-sia.

Di sisi lain, Kanada nyaris memecah kebuntuan sesaat sebelum peluit turun minum berbunyi.

Sundulan Moise Bombito secara dramatis berhasil dihalau oleh Aubrey Modiba tepat di garis gawang, yang kemudian disusul oleh aksi heroik kiper Ronwen Williams dalam mementahkan tembakan mematikan dari Tajon Buchanan.

Memasuki paruh kedua, Kanada perlahan mulai mendominasi penguasaan bola.

Ancaman bertubi-tubi datang, salah satunya dari Tani Oluwaseyi yang tembakannya berhasil ditepis dengan gemilang oleh Williams.

Beruntung bagi Afrika Selatan, Mbekezeli Mbokazi langsung menyapu bersih bola liar sebelum penyerang Kanada itu sempat menyambarnya.

Daya gedor tim asal Amerika Utara tersebut makin beringas tatkala Alphonso Davies dimasukkan pada menit ke-75.

Kecepatan dan kelincahannya berulang kali memporakali memporak-porandakan konsentrasi barisan pertahanan lawan.

Puncak drama akhirnya terjadi pada masa injury time (90+2′).

Stephen Eustaquio menjelma menjadi pahlawan bagi negaranya setelah sukses mengunci bola pantul di area batas kotak penalti.

Lewat sebuah tembakan voli terukur, bola meluncur deras bersarang di sudut bawah gawang, memastikan kemenangan 1-0 untuk Kanada.

Baca juga:  Rusia Klaim Rumah Putin Diserang Drone, Zelensky Tegas Membantah

Berkat hasil ini, skuad The Reds berhak melenggang ke Houston Stadium untuk menantang pemenang dari laga antara Belanda melawan Maroko di babak perdelapan final nanti.

Di kubu lawan, meski harus angkat koper lebih awal, langkah Afrika Selatan patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya.

Laga ini merupakan pencapaian perdana mereka menembus fase gugur sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.

Lebih istimewa lagi, sang juru taktik, Hugo Broos, sukses menorehkan rekor baru sebagai pelatih tertua di fase gugur dalam sejarah Piala Dunia pada usia 74 tahun 79 hari.

Ia berhasil memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Oscar Tabarez (71 tahun) saat menukangi Uruguay pada edisi 2018.

Atas performa briliannya yang menjadi penentu laga, Stephen Eustaquio dinobatkan sebagai Michelob Ultra Superior Player of the Match.

Gelandang andalan tersebut menyampaikan rasa bangga dan syukurnya usai syukurnya usai peluit panjang dibunyikan.

“Kami bekerja sangat keras untuk meraih kemenangan ini dan kami benar-benar ingin mempersembahkannya bagi seluruh rakyat Kanada. Kami terus percaya dan menekan. Itu adalah gol yang luar biasa, namun saat saya menembak, saya merasa semua orang ikut menembak bersama saya. Semuanya menyalurkan sedikit tenaga ke bola itu hingga menembus gawang,” ungkap Eustaquio penuh emosional.

Ia juga tak segan mengirimkan “psywar” kepada calon lawannya di babak 16 besar.

“Kami akan membuat Maroko atau Belanda melihat permainan kami dan menyadari bahwa jika mereka lolos, mereka akan menghadapi rintangan terberat di Piala Dunia ini. Kami telah melakukan pekerjaan luar biasa, dan pekan depan pasti akan menjadi pertandingan yang menakjubkan,” pungkasnya dengan penuh keyakinan.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *