PALOPO – Di tengah gemerlap panggung Mega Buana Award 2026, sosok mahasiswi muda bernama Nur Anisa mencuri perhatian.
Mahasiswi Program Studi Kedokteran Universitas Mega Buana (UMB) Palopo itu berhasil meraih penghargaan sekaligus beasiswa pendidikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan dedikasinya di dunia akademik.
Perempuan yang akrab disapa Ica ini berasal dari Desa Tolala, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.
Lahir di Wotu pada 28 Juli 2004, Nur Anisa merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, buah hati pasangan H. Lukman R. dan Hj. Nursani.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN 1 Tolala, kemudian melanjutkan ke SMPN 3 Batu Putih dan SMAN 1 Tolala.
Kini, ia tengah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Mega Buana Palopo dan telah memasuki semester lima.
Di balik pencapaiannya, tersimpan alasan sederhana namun kuat yang mengantarkannya memilih dunia kedokteran.
“Saya memilih kedokteran karena saya tertarik dengan dunia kesehatan dan ingin memiliki ilmu yang bisa bermanfaat untuk orang lain,” ungkap Nur Anisa.
“Selain itu, saya juga ingin terus belajar dan mengembangkan diri. Menjadi dokter bukan hanya tentang mengobati, tetapi juga memahami dan membantu pasien dengan sebaik mungkin,” lanjutnya.
Kecintaannya terhadap pelajaran Biologi sejak bangku sekolah menjadi salah satu fondasi yang menguatkan langkahnya menekuni ilmu kedokteran.
Bagi Nur Anisa, profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, melainkan jalan pengabdian kepada masyarakat.
Selama menjalani perkuliahan di Universitas Mega Buana, ia mengaku banyak memperoleh pengalaman berharga.
Lingkungan kampus yang dinamis membuatnya belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan pentingnya kerja sama.
“Perkuliahannya cukup menantang, tetapi dari situ saya belajar untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, dan bisa bekerja sama dengan teman. Saya juga bertemu dengan banyak orang yang membuat pengalaman selama kuliah menjadi lebih berkesan,” katanya.
Prestasi yang diraih Nur Anisa sejalan dengan semangat yang diusung dalam Mega Buana Award 2026, rangkaian peringatan Dies Natalis ke-17 Universitas Mega Buana Palopo.
Kegiatan tersebut menjadi wadah penghargaan bagi civitas akademika yang berprestasi dan inspiratif.
Bagi Nur Anisa, penghargaan dan beasiswa yang diterimanya bukanlah akhir perjalanan, melainkan motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan diri demi mewujudkan cita-citanya menjadi dokter yang bermanfaat bagi banyak orang.
Dari sebuah desa di Kolaka Utara, langkahnya kini semakin mantap menapaki dunia kedokteran.
Sebuah kisah yang membuktikan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari mana saja, selama diiringi kerja keras, ketekunan, dan semangat untuk memberi manfaat bagi sesama.














