banner 970x250
Pendidikan

Selalu Ada di Depan Mata, Kenapa Kita Justru Tidak Melihat Hidung Sendiri?

×

Selalu Ada di Depan Mata, Kenapa Kita Justru Tidak Melihat Hidung Sendiri?

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi
Example 468x60

RAGAM – Pernahkah Anda menyadari bahwa ada sebuah objek besar yang selalu menghalangi pandangan Anda setiap detik, mulai dari bangun tidur hingga kembali terlelap? Objek itu adalah hidung Anda sendiri.

Secara teknis, organ penciuman ini berada tepat di tengah medan visual kita, namun anehnya, kita jarang sekali menyadari keberadaannya.

banner 300x600

Jika Anda mencoba menutup satu mata dan melirik ke arah dalam, Anda akan melihat bayangan samar daging di sisi pandangan.

Itulah bukti bahwa mata kita sebenarnya menangkap gambar hidung sepanjang waktu. Namun, mengapa dalam aktivitas sehari-hari bayangan itu seolah lenyap?

Michael Webster, seorang pakar neurosains dan penglihatan dari University of Nevada, Reno, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena cara kerja otak yang unik dalam memproses realitas.

Menurutnya, manusia tidak melihat dunia layaknya sebuah kamera yang merekam mentah-mentah apa yang ada di depannya.

Sebaliknya, apa yang kita “lihat” adalah sebuah konstruksi atau prediksi yang disusun oleh otak.

“Sebenarnya Anda bisa melihat hidung Anda. Hanya saja, hampir sepanjang waktu, kita tidak menyadarinya,” ujar Webster, seperti dikutip dari National Geographic.

Alasan utama otak mengabaikan hidung adalah efisiensi. Otak manusia dirancang secara evolusioner untuk bertahan hidup.

Untuk itu, otak harus memprioritaskan informasi visual yang penting, seperti ancaman yang mendekat, perubahan lingkungan, atau sumber makanan.

Hidung adalah objek statis yang tidak pernah berubah posisi dan selalu ada di sana.

Bagi otak, memproses informasi visual yang konstan dan tidak memberikan nilai tambah hanyalah pemborosan energi.

Oleh karena itu, otak melakukan “penyuntingan” otomatis dengan menganggap hidung sebagai gangguan visual yang tidak perlu ditampilkan dalam kesadaran kita.

Webster menyebut bahwa penglihatan sejatinya adalah prediksi.

Baca juga:  Apresiasi Peluncuran Collaborative Digital Class

“Yang penting bagi otak adalah perbedaan, kejutan, kesalahan, atau hal-hal yang tidak terduga. Hidung tidak menarik perhatian karena otak sudah tahu benda itu ada di sana,” jelasnya.

Hidung bukan satu-satunya hal yang disensor oleh otak.

Faktanya, retina mata kita terletak di belakang anyaman pembuluh darah.

Webster mengumpamakan penglihatan kita sebenarnya seperti melihat dunia dari balik ranting-ranting pohon yang mati.

Namun, lagi-lagi, otak menghapus bayangan pembuluh darah tersebut agar pandangan kita jernih.

Bayangan ini baru akan terlihat dalam kondisi tertentu, seperti saat pemeriksaan mata dengan cahaya intens.

Selain itu, manusia juga memiliki apa yang disebut titik buta atau blind spot.

Ini adalah area di mana saraf optik keluar dari mata, menciptakan lubang dalam penglihatan kita yang ukurannya cukup besar, bahkan dua kali lebar bulan purnama.

Namun, kita tidak pernah melihat lubang hitam di pandangan kita.

Mengapa? Karena otak melakukan manipulasi cerdas dengan “menambal” lubang tersebut menggunakan informasi warna dan pola dari area di sekitarnya.

Jika Anda melihat kertas putih, otak akan berasumsi area yang hilang itu juga berwarna putih.

Fenomena menghilangnya hidung dan manipulasi visual ini menegaskan bahwa pengalaman visual manusia bukanlah cerminan objektif dari realitas.

Mata dan otak kita bertindak seperti seniman yang melukis ulang dunia agar lebih mudah dipahami dan berguna bagi kelangsungan hidup.

“Model visual ini hanyalah kumpulan informasi minimum yang kita perlukan untuk bertahan hidup. Ia tidak sepenuhnya mencerminkan realitas dunia yang sesungguhnya,” pungkas Webster.

Jadi, jika sekarang Anda tiba-tiba melihat hidung Anda sendiri setelah membaca artikel ini, itu wajar. Itu terjadi karena Anda memaksa otak untuk membatalkan filter otomatisnya dan memberikan perhatian sadar pada organ tersebut.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *