LUWU – STIKES Datu Kamanre kembali memperkuat komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan berkualitas melalui kegiatan Capacity Building Vol. 2 bertajuk Next-Gen Health Professionals: Navigasi Peluang Karir dan Sinergi Interprofesional di Era Industri Kesehatan Modern yang digelar di Kabupaten Luwu.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Komisi VI, Ismail Bachtiar, yang sekaligus menyerahkan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) kepada Pihak STIKES Datu Kamanre.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail Bachtiar menegaskan pentingnya pembangunan pendidikan tinggi yang merata dan berkualitas di daerah.
“Kehadiran kami di sini bukan sekadar representasi daerah pemilihan, tetapi bagian dari membangun sinergi dan kolaborasi untuk kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan pendidikan di Luwu yang semakin berkembang dan kompetitif.
“Kita ingin menghadirkan institusi pendidikan yang unggul, yang paling tidak bisa setara bahkan melampaui daerah lain, termasuk Kota Palopo,” tambahnya.
Menurutnya, perkembangan industri berskala global di Luwu menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk terserap di dunia kerja, sehingga kesiapan kompetensi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Sementara itu, Ketua STIKES Datu Kamanre, Andi Zullylat Tazlilah Basmin, menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa agar tidak tertinggal di era transformasi digital.
“Jangan sampai kita tinggal di daerah, tetapi tertinggal karena termakan zaman. Kita harus tetap mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal,” jelasnya.
“Capacity building ini berfokus pada peningkatan kompetensi, keterampilan teknis, serta pemanfaatan teknologi dan AI secara cerdas dalam bidang kesehatan,” lanjutnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber Rezki yang menekankan pentingnya kesiapan karir mahasiswa melalui kolaborasi nyata dengan dunia industri.
“Kerja sama itu bukan hanya MoU di atas kertas, tapi harus diikuti implementasinya. Kalau tidak, sama saja tidak berdampak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di dunia kerja, termasuk dalam pemanfaatan teknologi.
“Penggunaan AI boleh, tapi jangan jadi sumber utama. Di bidang kesehatan kita harus tetap berbasis ilmu, riset, dan pemahaman yang kuat,” ujarnya.
Selain itu, materi juga diisi oleh Zul Jalali Wal Ikram yang membahas pentingnya personal branding, pemanfaatan beasiswa, serta konsistensi dalam membangun karier.
Diketahui, ia merupakan penerima beasiswa hingga jenjang doktoral dan aktif sebagai pembicara di berbagai forum nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa STIKES Datu Kamanre mampu meningkatkan kapasitas diri, memahami peluang karir, serta siap bersaing di era industri kesehatan modern.
















