banner 970x250
Nasional

Timur Tengah Memanas, Menteri ESDM Jamin Stok BBM RI Cukup 20 Hari

×

Timur Tengah Memanas, Menteri ESDM Jamin Stok BBM RI Cukup 20 Hari

Sebarkan artikel ini
Foto: Kementerian ESDM
Example 468x60

NASIONAL – Ketegangan militer yang meledak di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran global, tak terkecuali bagi ketahanan energi di Tanah Air.

Menyikapi situasi tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih berada dalam batas aman.

banner 300x600

Hal ini disampaikannya sebelum menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (02/03/2026).

Ia menegaskan bahwa cadangan yang ada saat ini mumpuni untuk menutupi kebutuhan domestik selama hampir tiga pekan ke depan.

“Masih cukup, 20 hari,” ucapnya kepada awak media, seperti dikutip dari Kompas.

Blokade Selat Hormuz oleh otoritas Iran, yang merupakan buntut dari serangan militer Amerika Serikat dan Israel, jelas mengganggu jalur distribusi minyak dunia menuju Asia.

Kendati demikian, Bahlil menjamin bahwa konflik berdarah yang memanas sejak akhir pekan lalu itu belum mengusik kebijakan subsidi energi di Indonesia.

Meski begitu, ia tidak menampik potensi adanya lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional akibat terhambatnya rantai pasok global.

“Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah terus memutar otak untuk menjaga stabilitas pasokan, mengingat tingginya angka konsumsi masyarakat yang sebentar lagi akan menghadapi perayaan hari raya.

“Karena bagaimana pun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,” imbuh Bahlil.

Menanggapi wacana pengadaan pasokan energi dari Amerika Serikat di tengah situasi yang tak menentu ini, ia menyebutkan bahwa hal tersebut sedang berproses.

“Dan itu kita kasih kesempatan sekitar 60 hari dan sampai hari ini saya pikir kita sebagian kita sudah ambil dari AS terutama LPG sebagian sudah kita ambil,” ungkapnya lebih lanjut.

Baca juga:  Serangan Israel dan AS Diklaim Tewaskan Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh

Untuk memitigasi dampak penutupan jalur perdagangan minyak global tersebut, Kementerian ESDM akan segera menyusun langkah strategis dan terukur.

Bahlil menjadwalkan pertemuan khusus guna membedah masalah ini secara mendalam bersama para pemangku kepentingan terkait.

“Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional. Setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisis dan kajian dari DEN,” janjinya.

Sementara itu, efek domino dari perang ini langsung menghantam bursa komoditas. Harga minyak mentah jenis Brent terpantau melesat tajam hingga 12 persen pada awal pekan, menyentuh angka US$ 78,2 per barel, beranjak naik dari posisi sebelumnya di angka US$ 72,8 per barel.

Peningkatan serupa juga menimpa West Texas Intermediate (WTI) yang terkerek ke level US$ 71,9 per barel.

Gejolak pasar ini tidak lepas dari rentetan serangan AS dan Israel ke Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menghujani pangkalan militer AS di Timur Tengah menggunakan rudal.

Eskalasi konflik ini diprediksi masih akan memanas, apalagi Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan pernyataan bahwa ketegangan bersenjata tersebut berpotensi berlangsung hingga empat minggu ke depan.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *