banner 970x250
Daerah

Bupati Patahudding Sambut Kunjungan Tokoh Nasional Prof. Ryaas Rasyid

9
×

Bupati Patahudding Sambut Kunjungan Tokoh Nasional Prof. Ryaas Rasyid

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUWU – Tata kelola pemerintahan yang baik dan berintegritas merupakan fondasi mutlak bagi tercapainya kesejahteraan masyarakat daerah.

Hal krusial tersebut ditekankan secara langsung oleh tokoh nasional sekaligus pelopor otonomi daerah di Indonesia, Prof. Ryaas Rasyid, saat melangsungkan kunjungan kerja ke Kabupaten Luwu.

banner 300x600

Rangkaian kegiatan silaturahmi sekaligus pemaparan materi kepemimpinan ini diselenggarakan di Rumah Jabatan Bupati Luwu pada hari Senin (08/06/2026).

Kegiatan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Luwu, Patahudding, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muhammad Rudi.

Turut meramaikan acara, hadir pula para staf ahli bupati, asisten, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Luwu, serta sejumlah perwakilan tokoh masyarakat setempat.

Dalam pidato sambutannya, Bupati Patahudding menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Prof. Ryaas Rasyid di wilayahnya.

Menurut Bupati, momen langka ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi jajaran birokrasi daerah untuk menyerap wawasan langsung dari salah satu figur sentral di balik keberhasilan reformasi pemerintahan di Indonesia.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu dan seluruh masyarakat Tanah Luwu, kami mengucapkan selamat datang kepada Prof. Ryaas Rasyid beserta rombongan. Kehadiran beliau merupakan kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Patahudding dengan antusias.

Di hadapan tamunya, Bupati tak lupa menjabarkan deretan program percepatan pembangunan yang kini tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu.

Upaya tersebut menyasar lintas sektor strategis, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, pendidikan, hingga eskalasi sektor pariwisata guna mendongkrak perekonomian warga.

Meski roda pemerintahan terus bergerak, ia mengakui adanya dinamika tantangan yang tetap membutuhkan sumbangsih saran dan buah pemikiran taktis dari kalangan akademisi maupun tokoh nasional sekaliber Prof. Ryaas.

Baca juga:  Atlet Luwu Diberangkatkan ke Pra Porprov XVII, Targetkan Prestasi Terbaik

Merespons paparan tersebut, Prof. Ryaas Rasyid secara lugas membedah anatomi pemerintahan daerah yang sukses. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah program tidak bisa dipisahkan dari mutu para pemimpinnya.

Pemerintahan yang tangguh, imbuhnya, wajib ditopang oleh tiga pilar utama: kualitas kepemimpinan, efisiensi manajemen birokrasi, serta rumusan program yang benar-benar menyentuh akar permasalahan rakyat.

“Tidak ada pemerintahan yang baik tanpa kepemimpinan yang baik. Pemimpin harus menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” tegas Prof. Ryaas di hadapan para pejabat daerah.

Sosok yang kaya akan asam garam dunia birokrasi ini menjabarkan bahwa jabatan adalah sebentuk amanah yang dipertanggungjawabkan secara moral.

Karakter integritas seorang pemimpin, menurutnya, justru baru akan terlihat jelas manakala ia sudah memegang tampuk kekuasaan.

“Kalau ingin melihat karakter seseorang, lihatlah ketika dia diberi jabatan. Ketika tetap rendah hati, peduli, dan melayani setelah memiliki kekuasaan, berarti memang itulah kepribadian aslinya,” bebernya membongkar psikologi kepemimpinan.

Melalui kilas balik pengalamannya mengabdi, dari jenjang aparatur di tingkat kelurahan hingga merengkuh berbagai posisi krusial di kancah nasional, ia meyakinkan bahwa pemimpin sejati harus mau membumi.

Ia menggarisbawahi bahwa pemimpin yang sukses bukan sekadar manajer organisasi yang baik, melainkan perangkul harmonisasi ruang kerja yang sanggup memanusiakan bawahannya.

Sebagai pamungkas, ia mewanti-wanti seluruh elemen aparatur sipil di Luwu untuk membuang jauh-jauh sikap antikritik.

Sikap eksklusif dan selalu merasa benar saat menduduki jabatan justru akan menjadi “virus” yang mematikan inovasi serta merusak kepercayaan publik akibat penyalahgunaan wewenang.

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengar dan terbuka terhadap kritik demi kemajuan bersama. Kepercayaan masyarakat adalah warisan paling berharga bagi seorang pemimpin. Jika integritas dijaga dengan baik, maka masyarakat akan tetap menghormati kita meskipun tidak lagi menjabat,” tutup Prof. Ryaas.

Baca juga:  PT Vale Raih Penghargaan Subroto 2025 Lewat Program “Matano Iniaku”

Diskusi yang mengalir dalam balutan suasana hangat dan akrab tersebut diharapkan mampu memompa kembali semangat birokrasi di Kabupaten Luwu.

Pencerahan dari sang pelopor otonomi daerah ini diproyeksikan menjadi kompas moral guna menguatkan nilai-nilai kepemimpinan profesional, berintegritas, dan transparan, demi akselerasi pelayanan publik yang jauh lebih berkualitas.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *