LUWU – PT Bank Sulselbar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian.
Ini terlihat melalui penyelenggaraan Bootcamp Seri 2 bertema “Petani Maju, Petani Sejahtera” yang digelar di Aula Bappelitbangda Kabupaten Luwu, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bank Sulselbar dalam mendorong modernisasi sektor agribisnis sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha pertanian di Kabupaten Luwu.
Acara diawali dengan sambutan Kepala Divisi Kredit Ritel dan Konsumer Bank Sulselbar, Edwin Syamsuddin, kemudian secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Islamuddin, S.P., M.Si.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi melalui sesi Coaching Clinic yang menghadirkan sejumlah narasumber kompeten.
Di kesempatan kemarin hadir Penyuluh Pertanian dari Kementerian Pertanian, PT Bina Pertiwi selaku distributor alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Hadir pula memberikan materi dari Perum BULOG Cabang Palopo, serta debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sulselbar yang berbagi kisah sukses dalam mengembangkan usaha pertaniannya.
Selain memberikan edukasi dan wawasan terkait teknologi pertanian modern, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi petani untuk memahami peluang pembiayaan yang dapat dimanfaatkan guna meningkatkan produktivitas usaha mereka.
Sebagai penutup, Bank Sulselbar menggelar sesi business matching yang mempertemukan petani dan pelaku UMKM agribisnis dengan berbagai mitra strategis.
Melalui sesi ini, peserta memperoleh konsultasi langsung terkait pengembangan usaha dan akses layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kepala Cabang Bank Sulselbar Kabupaten Luwu, Hamdan, mengatakan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung perekonomian daerah yang perlu didukung melalui kolaborasi dan akses pembiayaan yang mudah.
“Bank Sulselbar hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah. Melalui Bootcamp Seri 2 ini,” ujar Hamda.
“Kami ingin mendorong petani agar lebih adaptif terhadap teknologi, memiliki akses pembiayaan yang lebih luas, serta mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya,” lanjutnya.
Ia menambahkan, sinergi antara perbankan, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, Bank Sulselbar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan sektor agribisnis di Kabupaten Luwu guna menciptakan ekosistem pertanian yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
















