MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berkomitmen melanjutkan penanganan sejumlah ruas jalan strategis melalui program Multi Years Project (MYP).
Berbagai pengerjaan konstruksi yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini tengah berlangsung secara masif di berbagai kabupaten dan kota.
Upaya ini diarahkan secara khusus untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dasar sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
Pembangunan infrastruktur transportasi ini merupakan manifestasi dari agenda prioritas Pemerintah Provinsi Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.
Berdasarkan laporan progres terbaru yang dirangkum pada hari Senin (08/06/2026), pekerjaan fisik di lapangan terbagi ke dalam beberapa paket yang mencakup pengaspalan, pembangunan bahu jalan, perbaikan saluran drainase, hingga reservasi pemeliharaan jalan.
Pekerjaan infrastruktur tersebut menyasar kawasan perkotaan hingga koridor penghubung antarkabupaten yang menjadi urat nadi mobilitas warga serta jalur distribusi logistik.
Pada pengerjaan Paket 2, fokus pembangunan meliputi lapis pondasi agregat kelas A di ruas Batas Jeneponto–Rumbia–Jeneponto, serta pembuatan bahu jalan beton di ruas Batas Kabupaten Gowa–Barombong–Batas Kabupaten Takalar.
Di samping itu, dilakukan pula pengaspalan lapis aus (AC-WC) dan penyelesaian bahu jalan pada ruas Panciro–Batas Kota Makassar.
Progres yang sama turut digenjot di ruas Batas Kota Makassar–Bontoramba dan ruas Palleko–Towata. Sementara itu, pada ruas Batas Kabupaten Gowa–Galesong–Pattallassang, pihak pelaksana tengah melakukan galian perkerasan menggunakan mesin cold milling sebagai tahap persiapan badan jalan.
Beralih ke Paket 3, pembangunan difokuskan pada pengecoran bahu jalan beton mutu FC’15 MPa di ruas Pangkajene Rappang–Sidrap, serta pengerjaan pelapisan atau overlay AC-BC STA 15+150 L-R pada ruas Batas Kabupaten Enrekang–Anabanua–Dongi–Tantutedong.
Adapun pada Paket 4, kegiatan preservasi jalan terus berlangsung pada ruas Impa-Impa–Anabanua dan ruas Doping–Atapange.
Di ruas Anabanua–Malake–Batas Kabupaten Sidrap, penanganan secara spesifik difokuskan pada pembangunan drainase guna mendukung ketahanan konstruksi jalan dari gerusan air.
Terakhir, pada Paket 5, perbaikan menyasar pembangunan drainase di ruas Tanabatue–Sanrego–Palattae, penghamparan lapis antara aspal beton (AC-BC), pembuatan dinding penahan tanah (DPT), serta pekerjaan lapis pondasi agregat di koridor Ujung Lamuru–Palattae.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, menegaskan bahwa percepatan proyek ini tidak sekadar bertujuan memperbaiki kondisi fisik jalan, melainkan demi menunjang kelancaran perputaran ekonomi masyarakat lintas daerah.
“Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal dengan kondisi yang lebih baik, sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Perbaikan ini juga diharapkan dapat memperlancar arus barang dan jasa yang menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat,” papar Rosyadi.
Ia menambahkan, keberlanjutan penanganan ruas-ruas strategis ini diyakini mampu memperluas aksesibilitas, memangkas waktu tempuh perjalanan, serta mengokohkan sabuk konektivitas antarwilayah.
Pemprov Sulsel menargetkan agar seluruh rangkaian pekerjaan dalam program MYP ini dapat rampung sesuai jadwal, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan secara maksimal oleh publik dan sektor usaha di Sulawesi Selatan.
















