banner 970x250
Daerah

Melinda Aksa Munafri Dorong Peran RT dan RW Wujudkan Makassar Bebas Sampah 2029

11
×

Melinda Aksa Munafri Dorong Peran RT dan RW Wujudkan Makassar Bebas Sampah 2029

Sebarkan artikel ini
Melinda Aksa Munafri Dorong Peran RT dan RW Wujudkan Makassar Bebas Sampah 2029
Example 468x60

MAKASSAR – Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mengajak para Ketua RT dan RW menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dari rumah tangga demi mewujudkan target Makassar Bebas Sampah 2029.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Jelajah Sampah yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Kecamatan Panakkukang, Sabtu (27/6/2026).

banner 300x600

Mengusung tema “Kelola Sampah dari Rumah, Wujudkan Kecamatan Bersih, Hijau, dan Produktif Menuju Makassar Bebas Sampah”, kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkuat budaya pengelolaan sampah dari sumbernya melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat.

Sekitar 90 Ketua RW dan lebih dari 400 Ketua RT hadir dalam kegiatan tersebut. Menurut Melinda, RT dan RW memiliki peran strategis sebagai ujung tombak perubahan perilaku warga dalam membiasakan pemilahan sampah dari rumah.

“Terima kasih kepada seluruh Ketua RT dan RW yang hadir hari ini. Kehadiran Bapak dan Ibu menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari lingkungan terkecil. RT dan RW adalah motor penggerak yang akan mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah,” ujar Melinda.

Ia menegaskan, membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah membutuhkan proses panjang, konsistensi, dan keteladanan.

Karena itu, perubahan harus dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama.

“Keteladanan jauh lebih kuat daripada sekadar ajakan. Sebelum mengajak warga memilah sampah, kita harus lebih dulu melakukannya di rumah masing-masing,” katanya.

Melinda mengungkapkan, Kecamatan Panakkukang sebenarnya memiliki potensi besar dalam pengelolaan lingkungan.

Saat ini terdapat sekitar 400 bank sampah dengan lebih dari 8.300 nasabah, 739 unit komposter, 130 titik budidaya maggot, 883 unit Teba, serta 1.583 titik biopori.

Potensi tersebut, kata dia, perlu terus dioptimalkan agar setiap wilayah memiliki sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.

Baca juga:  Pamerkan Inovasi, DLH Makassar Siap Uji Coba Mesin River Screening di Perairan Kota

“Saya berharap minimal setiap RW memiliki satu sistem pengelolaan sampah yang aktif. Melalui berbagai pelatihan yang dihadirkan hari ini, masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dalam membangun ekonomi sirkular.

Sampah organik yang diolah melalui komposter maupun budidaya maggot dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung urban farming dan ketahanan pangan keluarga.

“Ketika sampah diolah menjadi kompos, digunakan untuk menanam sayur, lalu hasil panennya kembali dikonsumsi masyarakat, maka tercipta siklus yang saling menguatkan. Inilah semangat ekonomi sirkular yang ingin terus kita dorong di Makassar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan program Jelajah Sampah akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar, dengan Panakkukang menjadi lokasi pertama tahun ini.

Menurutnya, program yang telah berjalan sejak 2025 tersebut merupakan gerakan edukasi dan aksi nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah dari sumbernya guna mendukung target Makassar Bebas Sampah 2029.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti berbagai agenda edukatif dan praktik langsung, mulai dari plogging atau jalan santai sambil memungut sampah, penimbangan sampah hasil aksi bersih, talkshow lingkungan, Gerakan Pangan Murah, pameran urban farming, hingga pelatihan pembuatan biopori, eco-enzyme, komposter, dan budidaya maggot.

Camat Panakkukang Syahril menambahkan, wilayahnya saat ini memiliki sekitar 50 unit urban farming dan puluhan bank sampah yang terus dikembangkan.

Meski baru sekitar 20 persen masyarakat yang secara mandiri memilah sampah, keterlibatan RT dan RW dalam gerakan tersebut telah mendekati 100 persen.

Pemerintah Kecamatan Panakkukang menargetkan sedikitnya 50 persen masyarakat telah membiasakan pemilahan sampah dari rumah pada tahun 2027.

Baca juga:  Menuju Universitas, STIKES Datu Kamanre Perkuat Kesiapan Institusi

Melalui Gerakan Jelajah Sampah, Pemerintah Kota Makassar berharap pengelolaan sampah tidak lagi menjadi kegiatan sesaat, tetapi tumbuh menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, produktif, dan bebas sampah secara berkelanjutan.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *