POLITIK – Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) TIDAR Kabupaten Sinjai, Andi Didit Pahlevi, menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan kader TIDAR Sinjai untuk menolak pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sinjai yang disebut sebagai versi Fadel Muhammad Tauphan Ansar.
Instruksi tersebut, menurut Didit, merupakan sikap organisasi yang didasarkan pada penilaian internal terhadap dinamika kepemudaan yang berkembang di Kabupaten Sinjai.
Ia meminta seluruh kader (Tunas Indonesia Raya) TIDAR tetap menjaga soliditas organisasi serta tidak menghadiri maupun terlibat dalam agenda yang dinilai tidak sejalan dengan sikap organisasi.
“Kami menginstruksikan seluruh kader TIDAR Sinjai agar tidak menghadiri maupun terlibat dalam pelaksanaan Musda KNPI versi Fadel Muhammad Tauphan Ansar,” kata Andi Didit Pahlevi, Minggu (28/6/2026).
“Kami berharap seluruh kader tetap menjaga persatuan, soliditas, dan menjunjung tinggi mekanisme organisasi,” sambungnya.
Menurutnya, setiap proses organisasi kepemudaan seharusnya berjalan sesuai mekanisme yang berlaku serta mengedepankan prinsip musyawarah dan keterbukaan.
Meski mengambil sikap penolakan, TIDAR Sinjai tetap mengajak seluruh elemen pemuda di Kabupaten Sinjai untuk menjaga suasana yang aman dan kondusif.
Didit menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun penyelesaiannya harus dilakukan melalui dialog dan mekanisme organisasi yang berlaku.
“Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan komunikasi yang baik demi menjaga persatuan pemuda serta kondusivitas daerah,” ujarnya.
TIDAR Sinjai juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah dengan tetap mengedepankan etika organisasi dan semangat persatuan.










