banner 970x250
Ekobis

Palopo Kaji Produksi Rumput Laut di Laut dan Tambak Bersama Unhas

5
×

Palopo Kaji Produksi Rumput Laut di Laut dan Tambak Bersama Unhas

Sebarkan artikel ini
Palopo Kaji Produksi Rumput Laut di Laut dan Tambak Bersama Unhas
Example 468x60

EKOBIS – Pemerintah Kota Palopo melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar demo metode dan pemaparan kajian produksi budidaya rumput laut di tambak dan laut Kota Palopo.

Kegiatan berlangsung di Aula Ratona Kantor Wali Kota Palopo, Senin (28/09/2026), dan dibuka Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Palopo Andi Poci mewakili Wali Kota Palopo.

banner 300x600

Kegiatan tersebut menghadirkan Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin Prof Nurjannah Nurdin bersama tim peneliti.

Andi Poci menyambut kehadiran tim Unhas dan berharap riset yang dilakukan dapat memberikan manfaat langsung bagi petani, pembudidaya, maupun perangkat pemerintah yang melakukan pendampingan.

“Semoga bisa betah, nyaman, melakukan riset dengan baik, sehingga teman-teman khususnya para petani, pembudidaya serta teman-teman dari pemerintahan yang mendampingi juga bisa mendapatkan manfaat ilmu dan bisa diterapkan dengan baik,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Andi Poci juga memaparkan kondisi geografis Kota Palopo yang memiliki wilayah pesisir cukup panjang. Potensi tersebut dinilai masih dapat dikembangkan melalui berbagai kajian dan inovasi.

Ia berharap penelitian serupa terus dilakukan dan tidak hanya berfokus pada rumput laut, tetapi juga menjangkau potensi lain yang dapat dikembangkan untuk mendukung perekonomian daerah.

“Kami juga berpikir agar bagaimana di Kota Palopo potensi yang ada bisa kita optimalkan, tidak hanya dari sektor perikanan, tapi kalau memungkinkan juga dari sektor lainnya seperti wisata alam atau wisata bahari,” katanya.

Sementara itu, Prof Nurjannah Nurdin memaparkan materi bertajuk Model Geospasial Presisi untuk Estimasi Produksi Rumput Laut.

Dalam paparannya disebutkan, model geospasial presisi diperlukan karena rumput laut menjadi salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya di Kota Palopo.

Baca juga:  Pemkot Palopo Gelar Upacara HKN Bahas Gaji ke-13 hingga Evaluasi PPDB

Budidaya rumput laut di Palopo berkembang pada dua kawasan utama, yakni perairan dangkal untuk jenis Kappaphycus/cottonii serta kawasan tambak untuk Gracilaria sp.

Selama ini, pemantauan produksi masih banyak bertumpu pada pencatatan konvensional. Metode tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menggambarkan variasi produksi secara spasial maupun memperbarui data secara berkala.

Penggunaan model geospasial diharapkan dapat membantu menghasilkan data produksi yang lebih terukur berdasarkan lokasi, sehingga dapat dimanfaatkan dalam perencanaan dan pengembangan sektor budidaya rumput laut.

Selain Prof Nurjannah, tim peneliti Universitas Hasanuddin yang hadir yakni Henny Tribuana Cinnawara, Agus Aris, dan Syazwi Quthbi Al Azizi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Wali Kota, Asisten Setda, pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah lingkup Pemerintah Kota Palopo.

Kolaborasi Pemkot Palopo dan Unhas tersebut diharapkan menjadi salah satu dasar pengembangan budidaya rumput laut yang lebih terukur sekaligus membuka peluang kajian terhadap potensi sektor pesisir lainnya di Kota Palopo.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *