banner 970x250
Ekobis

Vale Indonesia Raih Penghargaan Kepatuhan PNBP Kategori IUPK di Minerba Convex 2026

5
×

Vale Indonesia Raih Penghargaan Kepatuhan PNBP Kategori IUPK di Minerba Convex 2026

Sebarkan artikel ini
Vale Indonesia Raih Penghargaan Kepatuhan PNBP Kategori IUPK di Minerba Convex 2026
Example 468x60

EKOBIS – PT Vale Indonesia Tbk mencatat pembayaran royalti dan retribusi sebesar AS$101,63 juta sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat 91,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar AS$53,11 juta.

Di tengah peningkatan kontribusi tersebut, perusahaan tambang nikel yang merupakan bagian dari holding pertambangan MIND ID itu menerima penghargaan dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

banner 300x600

Penghargaan diberikan atas kepatuhan Vale Indonesia dalam pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam Mineral dan Batubara untuk kategori Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Apresiasi tersebut diserahkan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 yang menjadi bagian dari Mineral & Batubara Convention-Expo (Minerba Convex) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (03/11/2026).

Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Ir Hendra Iswahyudi, menyerahkan penghargaan tersebut kepada perwakilan Vale Indonesia.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian terhadap kepatuhan perusahaan dalam memenuhi kewajiban penerimaan negara dari kegiatan pertambangan.

Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, realisasi PNBP Vale Indonesia sepanjang 2025 mencapai AS$52,06 juta, meningkat 87,9 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar AS$27,70 juta.

Kenaikan tersebut terutama didorong pembayaran royalti produksi yang mencapai AS$45,55 juta atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan pembayaran kewajiban kepada negara berlanjut pada 2026. Dalam sembilan bulan pertama, Vale Indonesia mencatat pembayaran royalti dan retribusi sebesar AS$101,63 juta.

Angka tersebut tumbuh 91,4 persen dari AS$53,11 juta pada Januari hingga September 2025.

Pertumbuhan pembayaran itu berlangsung seiring pengembangan kegiatan usaha perusahaan di sejumlah wilayah Sulawesi.

Vale Indonesia yang mulai beroperasi sejak 1968 menjalankan kegiatan penambangan dan pengolahan nikel di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Baca juga:  Pendapatan Ojol Terancam Anjlok Imbas Rencana Aturan WFH Sehari Sepekan

Selain mempertahankan operasional di Sorowako, perusahaan juga mengembangkan proyek pertambangan dan pengolahan nikel di Bahodopi, Sulawesi Tengah, serta Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari perluasan portofolio usaha perusahaan dalam mendukung industri nikel dan rantai pasok mineral nasional.

Sebagai pemegang IUPK, Vale Indonesia memiliki kewajiban pembayaran royalti dan kewajiban pertambangan lainnya. Perusahaan juga menyebut adanya kewajiban pembagian laba bersih kepada pemerintah pusat dan daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

Ditjen Minerba Berikan 42 Apresiasi

Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Totoh Abdul Fatah, menjelaskan bahwa Apresiasi Minerba 2026 memberikan sebanyak 42 penghargaan kepada badan usaha di sektor mineral dan batubara.

Penghargaan tersebut mencakup berbagai aspek pengelolaan pertambangan, mulai dari pemberdayaan masyarakat hingga kepatuhan terhadap kewajiban fiskal.

Dari total 42 apresiasi, sebanyak 13 diberikan untuk kategori Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sektor batubara dan 15 untuk PPM sektor mineral.

Selain itu, terdapat delapan apresiasi penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik atau Good Mining Practice, serta enam apresiasi kepatuhan pembayaran PNBP.

Khusus kategori kepatuhan PNBP, penilaian dibedakan berdasarkan kelompok perizinan usaha pertambangan.

Kelompok tersebut meliputi IUP Mineral, IUP Batubara, IUP BUMN, Kontrak Karya, Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), dan IUPK.

Vale Indonesia memperoleh apresiasi pada kelompok pemegang IUPK.

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, berharap penghargaan tersebut dapat mendorong perusahaan pertambangan lainnya untuk terus meningkatkan kinerja dan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, media, akademisi, dan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya mineral dan batubara.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan Minerba Convex 2026 yang mengangkat tema “Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat”.

Baca juga:  Penerapan Biodiesel B50 Juli 2026: Strategi Pemerintah Kurangi Impor Minyak dan Emisi

Head of Tax Vale Indonesia, Chandra Yudha, mengatakan penghargaan dari pemerintah menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan akuntabilitas dan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban kepada negara.

Menurutnya, pertumbuhan kegiatan usaha pertambangan perlu diikuti dengan kontribusi fiskal yang memberikan manfaat bagi pembangunan nasional maupun daerah.

“Bagi Vale Indonesia, apresiasi dari pemerintah atas kontribusi PNBP merupakan kehormatan sekaligus amanah untuk terus meningkatkan akuntabilitas dan kepatuhan terbaik dalam pengelolaan sumber daya mineral. Kami meyakini bahwa pertumbuhan kegiatan usaha harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kewajiban kepada negara, sehingga nilai ekonomi yang dihasilkan industri pertambangan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan daerah sebagaimana amanah UUD 1945 Pasal 33,” ujar Chandra, dalam siaran pers Vale Indonesia, Selasa (03/11/2026).

Chandra menjelaskan, perusahaan memandang kewajiban fiskal sebagai bagian dari tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya mineral.

Karena itu, peningkatan aktivitas pertambangan dan pengolahan nikel diharapkan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara.

Ia menyebut pengembangan industri mineral nasional membutuhkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami memandang pembangunan industri mineral nasional sebagai proses penciptaan nilai jangka panjang yang membutuhkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Melalui penguatan tata kelola, pemenuhan kewajiban fiskal, serta pengembangan proyek-proyek strategis, Vale Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” jelas Chandra.

Vale Indonesia menyatakan akan terus memperkuat kepatuhan terhadap regulasi dan pengelolaan kewajiban fiskal seiring pengembangan proyek-proyek strategis perusahaan.

Selain berkontribusi terhadap penerimaan negara, perusahaan juga menempatkan aspek keselamatan, lingkungan, sosial, dan tata kelola sebagai bagian dari kegiatan operasional dan pengembangan usaha.

Baca juga:  Proyek Strategis Nasional IGP Pomalaa Masuk Fase Penambangan Awal

Melalui penghargaan yang diterima dalam Apresiasi Minerba 2026, Vale Indonesia berharap dapat mempertahankan kepatuhan pembayaran kewajiban kepada negara sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap sektor pertambangan dan perekonomian nasional.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *