banner 970x250
DaerahEkobis

Sambut HUT ke-419 Makassar, Appi Luncurkan Sunday Market di Losari

7
×

Sambut HUT ke-419 Makassar, Appi Luncurkan Sunday Market di Losari

Sebarkan artikel ini
Sambut HUT ke-419 Makassar, Appi Luncurkan Sunday Market di Losari
Example 468x60

EKOBIS – Pemerintah Kota Makassar menghadirkan Makassar Sunday Market 2026 sebagai ruang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk sekaligus mengembangkan sektor ekonomi kreatif.

Program yang digagas melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar ini diluncurkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Anjungan Tugu MNEK, Jalan Metro Tanjung Bunga, Minggu (1/11/2026).

banner 300x600

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar yang jatuh pada 9 November 2026.

Kegiatan perdana ini menghadirkan 31 tenant UMKM yang telah melalui proses kurasi Dinas Pariwisata. Berbagai produk lokal ditampilkan, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan atau kriya, hingga produk kreatif lainnya.

Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi mengatakan, Sunday Market merupakan salah satu upaya pemerintah kota dalam memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM, pengrajin, dan pedagang lokal untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.

“Sunday Market program yang kami canangkan untuk pemberdayaan UMKM. Ini bukan hanya tempat untuk jual beli, tetapi juga ruang interaksi yang bisa kita bangun,” ujarnya.

“Bagaimana Sunday Market menjadi tempat masyarakat berkumpul, berbelanja, menikmati kuliner, sekaligus menemukan berbagai produk unik dan kreatif,” sambung Munafri.

Kegiatan yang turut dihadiri Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, tersebut diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata belanja baru sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil.

Appi mencontohkan konsep Sunday Market di sejumlah negara, termasuk Melbourne, Australia, yang berkembang menjadi tempat berkumpulnya komunitas dengan memadukan aktivitas perdagangan, produk lokal, seni, dan kuliner.

Dari konsep tersebut, ia melihat tiga daya tarik yang dapat dikembangkan di Makassar, yakni vintage hunt atau berburu barang unik dan antik, ruang seni dan galeri untuk menampilkan karya kreatif, serta kawasan kuliner yang memberikan kesempatan bagi UMKM memperluas pasar.

Baca juga:  Bupati Patahudding Tanam Aren Genjah di Luwu, Potensi Emas Baru Bagi Warga

Munafri berharap Makassar Sunday Market tidak hanya menjadi kegiatan seremonial menyambut hari jadi kota, tetapi dapat berlangsung secara rutin setiap akhir pekan.

Baca Juga : Festival Pasar Rakyat Bakal Digelar di Pasar Pabaeng Baeng Makassar pada November

Ia juga mendorong evaluasi terhadap konsep penyelenggaraan, termasuk penataan lapak agar pedagang dan pengunjung dapat berinteraksi dengan lebih nyaman.

“Kalau bisa, kegiatan ini berjalan setiap minggu. Konsepnya juga kita benahi, tidak perlu lagi tenda satu-satu, tetapi satu tenda besar dengan lapak-lapak di dalamnya supaya orang bisa berinteraksi lebih baik,” imbuh Appi.

Selain dilaksanakan pada Minggu, Munafri juga membuka peluang agar kegiatan tersebut digelar selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, sebagai bagian dari uji coba pengembangan pasar akhir pekan.

Menurutnya, Sunday Market tidak hanya menjadi tempat promosi dan pemasaran produk, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarpelaku ekonomi kreatif.

Ia menilai subsektor fesyen, kuliner, dan kriya memiliki keterkaitan yang dapat saling mendukung dalam menciptakan peluang ekonomi.

Pengunjung yang datang untuk melihat produk kriya, misalnya, juga berpotensi menikmati kuliner yang tersedia. Begitu pula produk fesyen dan karya kreatif lainnya dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk kembali berkunjung.

“Ketika berbagai jenis produk berkumpul dalam satu tempat, kita membentuk ekosistem yang sama-sama menguntungkan. Inilah dampak positif dari kerja sama antarpelaku usaha kreatif yang kita harapkan terus berkembang,” jelasnya.

Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, akan terus mendukung berbagai kegiatan yang dapat memperkuat kolaborasi antarpelaku ekonomi kreatif sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

“Ini adalah proses pemberdayaan yang dilakukan pemerintah kota bersama masyarakat. Kita ingin warga terlibat langsung, mengambil bagian, dan merasakan manfaat dari berbagai upaya yang kita lakukan,” ungkapnya.

Baca juga:  Bupati Luwu Lepas 12 Atlet FPTI ke Pra Porprov Pangkep

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, mengatakan kehadiran Sunday Market diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menambah daya tarik kawasan Pantai Losari.

Menurutnya, Anjungan Pantai Losari merupakan salah satu ikon wisata sekaligus ruang interaksi publik yang memiliki posisi strategis di Kota Makassar.

Baca Juga : Matangkan Persiapan IGS 2026, Pemkot Makassar Kurasi Ketat Pengusaha Lokal

Karena itu, kawasan tersebut perlu diisi dengan berbagai aktivitas produktif yang mampu menarik kunjungan masyarakat lokal hingga wisatawan nusantara dan mancanegara.

“Anjungan Pantai Losari merupakan ruang interaksi publik sekaligus daya tarik wisata yang ikonik. Tentu, selain kenyamanan, keamanan, dan ketertiban, perlu ada aktivitas di dalamnya yang menambah daya tarik bagi masyarakat lokal, wisatawan nusantara, maupun wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Hendra menjelaskan, sebanyak 31 tenant yang terlibat dalam peluncuran perdana telah melalui proses kurasi oleh tim Dinas Pariwisata Kota Makassar.

Menariknya, sejumlah pelaku usaha yang sebelumnya hanya memasarkan produk secara daring kini memiliki kesempatan bertemu langsung dengan konsumen.

Bahkan, beberapa produk yang biasanya hanya dapat diperoleh melalui sistem pemesanan awal atau pre-order (PO), kini dapat dibeli langsung di lokasi kegiatan.

“Ini menjadi salah satu keunikan Sunday Market. Ada produk yang biasanya harus melalui PO, tetapi di sini bisa langsung dibeli,” katanya.

“Ada juga pelaku usaha yang selama ini hanya berjualan online, sekarang bisa hadir secara offline dan berinteraksi langsung dengan pembeli,” lanjutnya.

Selain aktivitas perdagangan, Makassar Sunday Market juga diramaikan sejumlah kegiatan pendukung, seperti zumba, musik langsung, pertunjukan seni tari, pameran produk, lomba menggambar, hingga kelas public speaking.

Berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadikan Sunday Market sebagai ruang publik yang tidak hanya menawarkan pengalaman berbelanja, tetapi juga tempat rekreasi, hiburan, edukasi, dan interaksi masyarakat.

Baca juga:  Purbaya: Bayar Pajak Tak Ubah Status Thrifting Jadi Legal

Hendra menambahkan, Makassar Sunday Market dirancang menjadi agenda rutin yang memberikan kesempatan berkelanjutan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperluas pasar.

“Sebetulnya kegiatan ini merupakan program rutin yang akan terus berjalan. Namun, kita luncurkan bertepatan dengan momentum hari ulang tahun Kota Makassar 2026. Ini sekaligus menunjukkan kepada warga bahwa Makassar memiliki wajah baru lagi,” tutup Hendra.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *