LUWU – Direktur Perumda Air Minum Tirta Latimojong Kabupaten Luwu, Mardi Saleh, membantah informasi yang beredar di tengah masyarakat mengenai rencana penghentian penyaluran air bersih selama satu bulan bagi pelanggan PDAM di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Mardi menegaskan, informasi yang menyebutkan air PDAM di wilayah tersebut akan dimatikan mulai 1 November 2026 selama sebulan adalah tidak benar atau hoaks.
Ia meminta masyarakat, khususnya pelanggan PDAM Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Bua, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
“Hoaks itu, tidak benar, tidak betul. Kami juga heran karena berita ini beredar di masyarakat. Kami sudah turun langsung menemui warga untuk memberikan penjelasan,” kata Mardi Saleh.
Ia menjelaskan, pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan mengerahkan Kepala Cabang dan Kepala IKK untuk menemui masyarakat, termasuk warga di Kandoa yang disebut sebagai lokasi awal beredarnya kabar tersebut.
Petugas PDAM bahkan mendatangi masyarakat hingga kepala desa setempat untuk memberikan klarifikasi agar informasi yang keliru itu tidak semakin meluas.
Menurut Mardi, pihaknya juga menerima pertanyaan dari warga, termasuk masyarakat dari wilayah Karang-Karangan, yang datang ke kantor untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Mardi menegaskan, Perumda Air Minum Tirta Latimojong tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan di Kabupaten Luwu, termasuk di Kecamatan Bua, meskipun saat ini tengah menghadapi musim kemarau.
Baca Juga : Sekda Luwu Tantang Santri Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan Akhlak
Ia memastikan pelayanan air bersih tidak akan dihentikan selama sumber air masih tersedia.
Bahkan, apabila debit air menurun dan tidak memungkinkan untuk disalurkan melalui jaringan perpipaan, PDAM akan berupaya mengantarkan air bersih secara langsung kepada pelanggan yang membutuhkan.
“Selama masih ada air, kami akan berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Mardi mengakui, di beberapa wilayah terdapat pelanggan yang tetap harus dilayani melalui pengantaran air bersih akibat menipisnya debit air pada intake atau bangunan pengambilan air baku.
Baca Juga : Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkot Palopo Hadirkan Bahan Pokok Harga Murah
Kondisi tersebut membuat air tidak dapat tersalurkan secara optimal melalui jaringan pipa.
Namun, khusus kondisi intake PDAM IKK Bua, ia menilai ketersediaan air saat ini masih dalam kondisi aman.
Ia juga menyebut kondisi ketersediaan air di Bua dan Kabupaten Luwu secara umum belum separah yang dialami sejumlah daerah lain yang menghadapi dampak musim kemarau.
Meski memastikan pelayanan tetap berjalan, Mardi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bersih.
Ia mengimbau pelanggan menggunakan air secara bijak, menghindari pemborosan, serta memanfaatkan air sesuai kebutuhan.
Selain itu, masyarakat juga diajak menjaga kelestarian hutan sebagai salah satu upaya mendukung keberlangsungan sumber air.
Imbauan tersebut dinilai penting mengingat kondisi musim kemarau yang masih berlangsung dan belum dapat dipastikan kapan akan berakhir.
PDAM berharap masyarakat tidak terpancing oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, serta mengutamakan klarifikasi melalui pihak resmi apabila menerima kabar mengenai gangguan atau penghentian layanan air bersih.
















