LUWU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Luwu menggelar Pendidikan Politik Kader Partai Golkar Tahun 2026 di Belia Hotel, Belopa, Senin (02/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi kader Partai Golkar untuk meningkatkan pemahaman politik, memperkuat ideologi kepartaian, serta membekali diri menghadapi dinamika politik dan perkembangan teknologi.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Luwu yang juga Bupati Luwu, Patahudding, dalam sambutannya menekankan pentingnya kehadiran kader partai di tengah masyarakat.
Menurutnya, kader Partai Golkar harus mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat secara berkelanjutan, bukan hanya ketika menghadapi momentum pemilihan umum.
“Ini harapan saya kepada teman-teman Partai Golkar, bagaimana supaya hadir di tengah-tengah masyarakat. Jangan nanti mau caleg, baru siapkan amplop,” ujar Patahudding.
Ia mengingatkan seluruh kader agar tidak menjadikan uang sebagai modal utama dalam mendapatkan dukungan politik.
Patahudding berharap Partai Golkar mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui pendekatan yang tulus, kepedulian, serta keterlibatan langsung dalam berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Bagaimana supaya masyarakat bisa memberikan kita amanah, perwakilan, mewakili dia di DPR, di dewan, tanpa kita beli haknya,” katanya.
Baca Juga : HUT ke-62 Golkar, Patahudding Ingatkan Kader Luwu Tak Sekadar Seremoni, tetapi Harus Berbuat Nyata
Patahudding juga membagikan pengalamannya selama mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Luwu.
Ia mengaku membangun dukungan politik melalui pendekatan langsung dengan masyarakat, terutama kaum perempuan yang disebutnya memiliki kontribusi besar dalam proses pemenangannya.
Menurut Patahudding, lebih dari 60 persen dukungan yang diperolehnya saat Pilkada berasal dari kelompok perempuan.
Ia juga mengaku mendapatkan banyak bantuan secara sukarela dari masyarakat, mulai dari penyediaan makanan dalam pertemuan hingga pembuatan posko pemenangan.
“Jadi yang banyak membantu saya di pilkada itu perempuan. Kalau saya hitung waktu pilkada kemarin, sekitar 60 persen lebih itu dukungan terutama kaum ibu-ibu,” ungkapnya.
Patahudding menegaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi kader Partai Golkar untuk lebih mengutamakan kedekatan dengan masyarakat.
Baca Juga : Partai Gelora Konsolidasikan Kader Bone, Wajo, dan Soppeng
“Nah, ini saya harap juga di teman-teman di Partai Golkar, bagaimana supaya ke depan Partai Golkar ini bukan partai yang membayar suara,” tegasnya.
Selain menekankan kedekatan dengan masyarakat, Patahudding meminta kader Partai Golkar, khususnya yang berada di lembaga legislatif, lebih proaktif dalam memperjuangkan dan menyampaikan berbagai program yang dibutuhkan masyarakat.
Ia menilai kader partai tidak boleh hanya menunggu, tetapi harus mampu mengambil peran dalam mengusulkan program pembangunan serta memberikan informasi kepada masyarakat.
Sementara itu, kegiatan pendidikan politik tersebut juga diisi dengan berbagai materi yang berkaitan dengan penguatan ideologi, regulasi pemilu, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas politik.
Berdasarkan susunan acara, materi pertama mengenai ideologi doktrin kekaryaan, pemanfaatan teknologi modern, dan strategi pemenangan pemilu dibawakan oleh Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu Sulawesi Selatan, Baharuddin Hafied.
Materi lainnya membahas regulasi pemilu dan proyeksi demografi pemilih 2029 dengan menghadirkan Ketua KPU Luwu, Abdullah Sanne Apmin Maja.
Selain itu, kegiatan juga mengagendakan pembahasan kampanye digital dan manajemen opini publik dengan pemateri Ilham Akbar.
Rangkaian pendidikan politik turut diisi dengan diskusi dan tanya jawab untuk memberikan ruang bagi peserta memperdalam materi yang disampaikan.
















