banner 970x250
Ekobis

Bupati Patahudding Soroti Peluang Usaha di Luwu yang Banyak Dimanfaatkan Warga Luar Daerah

10
×

Bupati Patahudding Soroti Peluang Usaha di Luwu yang Banyak Dimanfaatkan Warga Luar Daerah

Sebarkan artikel ini
Bupati Patahudding Soroti Peluang Usaha di Luwu yang Banyak Dimanfaatkan Warga Luar Daerah
Example 468x60

EKOBIS – Bupati Luwu, Patahudding, menyoroti masih banyaknya peluang usaha di Kabupaten Luwu yang justru dimanfaatkan oleh masyarakat dari luar daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pendidikan Politik Kader Partai Golkar Kabupaten Luwu Tahun 2026 di Belia Hotel, Belopa, Senin (02/11/2026).

banner 300x600

Patahudding menilai Kabupaten Luwu kini mengalami perkembangan ekonomi yang cukup pesat dan semakin menarik minat masyarakat dari berbagai daerah untuk datang mencari penghasilan.

Menurutnya, Kabupaten Luwu saat ini tidak lagi sekadar menjadi daerah transit, melainkan telah berkembang menjadi daerah tujuan aktivitas ekonomi.

“Ini Luwu sudah daerah tujuan. Bukan lagi daerah transit. Sekarang ini banyak masyarakat yang masuk,” ujar Patahudding.

Namun, ia menyayangkan peluang ekonomi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat lokal, khususnya kalangan generasi muda.

Patahudding mengungkapkan bahwa jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Luwu saat ini telah mencapai lebih dari 8.000.

Dari jumlah tersebut, menurutnya, lebih dari 3.000 pelaku usaha merupakan masyarakat yang berasal dari luar Kabupaten Luwu.

Baca Juga : Mantan Legislator Luwu Sebut Tambang Masmindo Berpotensi Dongkrak Ekonomi Daerah

Ia mencontohkan sejumlah pedagang nasi kuning yang berjualan di sekitar RSUD Batara Guru.

Menurut Patahudding, banyak pedagang di kawasan tersebut justru berasal dari Kabupaten Sidrap dan Wajo yang rela datang ke Luwu untuk mencari penghasilan.

“Penjual nasi kuning yang di depan Rumah Sakit Batara Guru itu, ternyata banyak dari Sidrap, dari Wajo. Datang malam menginap di mes, di masjid, jual nasi kuning,” ungkapnya.

Patahudding mengaku pernah berbincang langsung dengan salah seorang pedagang tersebut untuk mengetahui alasan mereka memilih berjualan di Kabupaten Luwu.

Baca juga:  Dekranasda Luwu Tampilkan Produk Unggulan di Expo Kreatif Andalan 2025

Dari percakapan itu, ia mendapatkan pengakuan bahwa penghasilan berjualan selama satu hari di Luwu bahkan bisa menyamai pendapatan selama satu minggu di daerah asal pedagang tersebut.

“Dia bilang satu hari dia di sini, Pak, sama dengan satu minggu kami cari uang di kampung kami,” tuturnya.

Kondisi tersebut dinilai Patahudding sebagai bukti bahwa Kabupaten Luwu memiliki peluang ekonomi yang cukup menjanjikan bagi masyarakat yang mau berusaha.

Baca Juga : Pertumbuhan Ekonomi Sidrap 7,71 Persen Bikin Menteri Bappenas Langsung Telepon Kepala BPS RI

Namun, ia menilai sebagian masyarakat lokal masih memiliki rasa gengsi untuk memulai usaha, termasuk usaha kecil yang sebenarnya memiliki potensi menghasilkan pendapatan.

“Kadang-kadang orang Luwu terlalu tinggi gengsinya. Anak-anak muda Luwu terlalu tinggi gengsinya,” katanya.

Karena itu, Patahudding mengajak generasi muda untuk mengubah pola pikir dan tidak malu memulai usaha dari bawah.

“Jadi harapan saya itu, anak muda, buang itu gengsi kalau mau maju,” tegasnya.

Ia juga menyoroti semakin banyaknya usaha rumah makan dan warung kopi yang dikelola oleh masyarakat dari luar daerah.

Menurutnya, perkembangan tersebut semestinya menjadi motivasi bagi warga Luwu untuk lebih jeli melihat peluang usaha di daerah sendiri.

Patahudding menegaskan bahwa keberhasilan dalam membangun usaha membutuhkan ketekunan, kesabaran, serta kemauan untuk terus belajar.

“Kalau kita tekun, insyaallah dua tiga tahun itu pasti bisa berkembang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Patahudding turut membagikan pengalaman pribadinya ketika memutuskan kembali ke Kabupaten Luwu setelah lebih dari 10 tahun tinggal di Makassar.

Ia mengaku saat itu memilih mengesampingkan gengsi dan berfokus membangun usaha untuk mendapatkan penghasilan yang halal.

Bahkan, selama tiga tahun pertama, dirinya berkomitmen untuk tidak membeli pakaian baru agar dapat memusatkan perhatian pada pengembangan usaha.

Baca juga:  Bupati Patahudding Sambut Kunjungan Tokoh Nasional Prof. Ryaas Rasyid

“Saya tinggalkan Makassar, saya lebih 10 tahun tinggal di Makassar, saya pulang di Luwu, buang gengsi, cari uang,” katanya.

Patahudding menyebut perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil hingga dirinya mampu mengembangkan usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

“Saya fokus cari uang. Uang yang halal. Alhamdulillah saya bisa mempekerjakan orang,” ungkapnya.

Melalui pengalaman tersebut, Patahudding berharap generasi muda Kabupaten Luwu lebih berani mengambil peluang ekonomi dan tidak memandang rendah pekerjaan maupun usaha kecil.

Ia menekankan bahwa kemauan bekerja keras dan ketekunan menjadi modal penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan membangun kemandirian ekonomi.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *