banner 970x250
Daerah

PKK Luwu Luncurkan SIPAKATUO untuk Wujudkan Kampung KB Ramah Anak

24
×

PKK Luwu Luncurkan SIPAKATUO untuk Wujudkan Kampung KB Ramah Anak

Sebarkan artikel ini
PKK Luwu Luncurkan SIPAKATUO untuk Wujudkan Kampung KB Ramah Anak
Example 468x60

LUWU – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding, meluncurkan program SIPAKATUO (Sinergi Penguatan Kampung KB Terpadu Berbasis Data dan Kolaborasi) di Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, Rabu (04/11/2026).

Program tersebut dirancang untuk memperkuat pengembangan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) yang ramah anak melalui pemanfaatan data desa dan kolaborasi lintas sektor, sehingga pelaksanaan program pembangunan keluarga lebih terarah dan tepat sasaran.

banner 300x600

Kurniah menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), pemerintah desa, kader PKK, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan program tersebut.

Menurutnya, persoalan yang berkaitan dengan anak dan keluarga tidak dapat ditangani satu instansi saja, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat.

Ia menjelaskan, SIPAKATUO memiliki makna saling menguatkan dan menghidupi, yang sejalan dengan nilai kearifan lokal masyarakat Luwu, yakni sipakatau, sipakalebbi, sipakainge, dan sipakatuo.

Kurniah menekankan bahwa pelaksanaan program harus berdasarkan data dan kondisi nyata masyarakat agar setiap kegiatan benar-benar menjawab kebutuhan keluarga.

Melalui kegiatan Tudang Sipulung yang telah dilaksanakan sebelumnya, sejumlah persoalan prioritas di Desa Buntu Barana berhasil diidentifikasi, di antaranya anak dan remaja berisiko, perlindungan anak, serta pengelolaan sampah rumah tangga.

Karena itu, ia mengajak seluruh kader PKK, mulai dari tingkat desa hingga dasawisma, untuk berperan aktif mendampingi keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut.

Baca Juga : Patahudding Ajak Warga Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Kurniah mengingatkan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Dengan demikian, keberhasilan program pembangunan keluarga harus dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Sementara itu, Kepala Dinas KB Kabupaten Luwu, Muh. Afif Hamka, menjelaskan bahwa SIPAKATUO bukan sekadar program baru, melainkan pendekatan kerja bersama yang mengintegrasikan data desa dengan program yang telah dimiliki setiap perangkat daerah.

Baca juga:  Pemkab Luwu Nyatakan Kesiapan Jadi Tuan Rumah Porsenijar PGRI Sulsel 2028

Menurutnya, pembangunan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kontrasepsi, tetapi juga mencakup pembinaan remaja, perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, serta perhatian terhadap kelompok lanjut usia.

Melalui SIPAKATUO, data yang dihimpun tidak hanya menjadi bahan laporan administrasi, tetapi digunakan sebagai dasar untuk menentukan prioritas dan pelaksanaan kegiatan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi Kampung KB sebagai wadah pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga.

Afif menjelaskan, SIPAKATUO merupakan gagasan aksi perubahan Sekretaris Dinas KB Kabupaten Luwu, Badriana M. Said, dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator.

Dalam pemaparannya, Badriana menjelaskan empat tahapan pelaksanaan SIPAKATUO, yakni pengumpulan data, pemeriksaan dan verifikasi bersama, penetapan prioritas permasalahan, serta pelaksanaan kegiatan sesuai peran masing-masing pihak yang dilanjutkan dengan pemantauan bersama.

Baca Juga : Dinkes Makassar Gelar Sunatan Massal Gratis, Peserta Dapat Sarung hingga Uang Transport

Melalui tahapan tersebut, program dari berbagai instansi diharapkan dapat saling terintegrasi tanpa harus menambah alokasi anggaran baru.

Sebagai tindak lanjut peluncuran SIPAKATUO, sejumlah kegiatan dijadwalkan berlangsung di Desa Buntu Barana mulai Rabu (04/11/2026) hingga Sabtu (21/11/2026).

Kegiatan tersebut meliputi kelas Bina Keluarga Remaja (BKR) bagi orang tua, kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak dan alur rujukan kasus bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan pelatihan praktik pembuatan kompos yang dilaksanakan bersama Dinas Lingkungan Hidup.

Kurniah berharap pelaksanaan SIPAKATUO di Kampung KB Puang Tambuk, Desa Buntu Barana, dapat berjalan optimal, terdokumentasi dengan baik, serta menjadi percontohan bagi kampung KB lainnya di Kabupaten Luwu.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan anak, meningkatkan kualitas keluarga, sekaligus membangun lingkungan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.

Baca juga:  BPJS Kesehatan Palopo Gelar Media Gathering, Perkuat Penyampaian Informasi Program JKN

Peluncuran SIPAKATUO turut dihadiri Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Luwu Nilasari Dhevy, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Luwu Rafika Liakat, Kepala Dinas KB Muh. Afif Hamka, Camat Suli Barat, Kepala Desa Buntu Barana, Kepala Puskesmas Suli Barat, serta jajaran pengurus PKK desa dan kecamatan.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan data yang terintegrasi, SIPAKATUO diharapkan dapat menjadi model penguatan Kampung KB yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Luwu.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *