banner 970x250
Daerah

Atasi Krisis Moral Remaja, Pemerintah Daerah Gandeng Lembaga Pendidikan Al-Qur’an

8
×

Atasi Krisis Moral Remaja, Pemerintah Daerah Gandeng Lembaga Pendidikan Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUWU – Upaya penguatan pendidikan keagamaan serta pembentukan karakter generasi muda terus didorong oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu.

Komitmen ini terlihat jelas melalui apresiasi tinggi yang diberikan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan Khotmul Qur’an Gabungan Metode Ummi se-Kabupaten Luwu.

banner 300x600

Acara yang menjadi momentum strategis pembinaan akhlak ini diselenggarakan dengan khidmat bertempat di Ruang Pola Andi Kambo, Kantor Bupati Luwu, pada hari Ahad (07/06/2026).

Kegiatan religius tersebut dihadiri secara langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Kelompok Kerja (Pokja) I Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, para kepala desa, manajemen Metode Ummi Makassar, jajaran pelatih, orang tua santri, serta para ustaz dan ustazah pembina dari berbagai lembaga pengguna metode tersebut.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mencetak generasi penerus yang tangguh di tengah arus perkembangan teknologi.

Mewakili Bupati Luwu dalam memberikan sambutan, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu menyoroti berbagai isu sosial yang kini menjadi ancaman nyata.

Ia memaparkan bahwa fenomena perceraian, kekerasan terhadap anak, hingga kenakalan remaja merupakan tantangan serius yang membutuhkan penanganan lintas sektoral.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri menghadapi persoalan ini. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan tokoh agama untuk bersama-sama mencari solusi,” tegasnya di hadapan para hadirin.

Lebih lanjut, ia menekankan urgensi pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak usia dini.

Masa emas perkembangan anak, khususnya pada rentang usia 0 hingga 9 tahun, dinilai sebagai fase krusial yang akan sangat menentukan kualitas moral dan intelektual generasi di masa depan.

Perbedaan karakteristik antar-generasi, mulai dari Baby Boomer, Generasi X, Generasi Z, hingga Generasi Alpha, juga menjadi sorotan utama, mengingat setiap kelompok menghadapi tantangan zaman yang berbeda di era digitalisasi.

Baca juga:  BKPSDM Luwu Umumkan 4 Nama yang Lolos Seleksi Administrasi Calon Sekda

Data menunjukkan bahwa Generasi Z saat ini menjadi kelompok demografi yang paling rentan terpapar permasalahan sosial. Oleh karena itu, pengawasan ekstra dan pendampingan intensif dari lingkungan keluarga dinilai sebagai sebuah keharusan mutlak.

“Anak-anak sekarang hidup dalam dunia yang berbeda dengan masa kita. Informasi masuk setiap saat melalui telepon genggam. Karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting untuk mengawasi, membimbing, dan memastikan anak-anak memperoleh nilai-nilai yang baik,” paparnya mengingatkan para orang tua.

Ia juga menegaskan kembali bahwa tanggung jawab pendidikan tidak boleh diserahkan secara penuh kepada pihak sekolah.

Keluarga wajib mengambil peran utamanya sebagai madrasah pertama dalam pembentukan karakter anak. Dalam konteks ini, kegiatan Khotmul Qur’an Gabungan

Metode Ummi dinilai sebagai sebuah langkah taktis untuk membentengi generasi muda dengan nilai-nilai luhur agama.

Pemerintah daerah meyakini bahwa perluasan program keagamaan semacam ini ke seluruh pelosok pedesaan di wilayah Kabupaten Luwu akan memberikan dampak masif terhadap perbaikan taraf kehidupan sosial masyarakat.

“Kalau kegiatan seperti ini hadir di setiap desa, saya yakin Kabupaten Luwu akan lebih cepat maju. Kita ingin melahirkan generasi yang kuat, bertanggung jawab, dan memiliki akhlak Qurani,” tambahnya penuh optimisme.

Dalam sesi yang sama, Ketua Panitia Pelaksana memberikan laporan terkait progres implementasi Metode Ummi di wilayah Luwu. Program standardisasi dan sistematisasi pembelajaran Al-Qur’an ini tercatat telah berjalan sangat efektif sejak bulan Oktober 2022 lalu.

Hingga saat ini, setidaknya ada delapan lembaga pendidikan yang telah resmi menerapkan kurikulum Metode Ummi secara penuh.

Lembaga-lembaga tersebut mencakup Rumah Qur’an Thoriqul Jannah, Rumah Qur’an Telaga Surga, Rumah Qur’an Tahfidz Al Hijrah Lanipa, TPQ Al Fatih Malewong, TPQ Al Jawahir Kamanre, Rumah Qur’an Hamdalah Pabburinti Belopa, Rumah Qur’an Cahaya Ilmu, serta institusi CIS.

Baca juga:  Momen Haru Hari Ibu di Luwu, Patahudding: Tidak Ada Pembangunan Sukses Tanpa Peran Ibu

Secara keseluruhan, lebih dari 978 santri dan siswa di Kabupaten Luwu telah aktif berpartisipasi mengikuti metode pembelajaran ini.

Program pembinaan tersebut juga turut ditunjang oleh kehadiran 40 guru bersertifikasi serta dua orang pelatih utama yang secara rutin melakukan supervisi dan pendampingan berkelanjutan guna menjaga mutu pendidikan.

Panitia berharap pencapaian dalam Khotmul Qur’an ini dapat terus memantik motivasi para santri untuk menyempurnakan kualitas bacaan, hafalan, serta mengamalkan intisari Al-Qur’an dalam realitas kehidupan sehari-hari.

Sinergi yang terbangun harmonis antara pemerintah daerah, pemuka agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas melalui acara ini diharapkan menjadi tonggak kokoh dalam melahirkan generasi unggul.

Pemerintah Kabupaten Luwu menaruh harapan besar agar metode pembinaan ini dapat merangkul lebih banyak lembaga di masa mendatang, demi mewujudkan generasi yang kelak menjadi kebanggaan bagi bangsa, negara, dan daerah.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *