banner 970x250
Daerah

Konsisten Jaga Kelestarian Alam, Dua Tokoh Sulsel Sabet Kalpataru Adya 2026

7
×

Konsisten Jaga Kelestarian Alam, Dua Tokoh Sulsel Sabet Kalpataru Adya 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUWU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dua pejuang lingkungan asal Sulawesi Selatan (Sulsel).

Keduanya sukses meraih Penghargaan Kalpataru Adya 2026, yang merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat di bidang pelestarian lingkungan hidup.

banner 300x600

Penyerahan penghargaan prestisius tersebut diselenggarakan secara langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI di Primary Hall Jakarta Convention Center (JCC) pada Kamis (11/06/2026) dalam suasana yang khidmat.

Dua perwakilan Sulsel yang berhasil mengharumkan nama daerah adalah Jamaluddin asal Kabupaten Gowa yang memenangkan kategori Perintis Lingkungan, serta kelompok Pejuang Muda Wija To Cerekang dari Kabupaten Luwu Timur untuk kategori Penyelamat Lingkungan.

Penghargaan bergengsi ini tidak didapatkan dengan mudah.

Jamaluddin dinilai sangat konsisten dalam melakukan rehabilitasi lahan kritis melalui penanaman pohon dan konservasi tanah secara berkelanjutan di wilayahnya.

Selain bergerak di bidang konservasi, ia juga aktif mengembangkan rumah baca “Rumah Koran” yang berfokus pada literasi lingkungan dan pertanian.

Melalui gerakan edukatif tersebut, ia memberikan pemahaman kepada para petani dan masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas pertanian dan kelestarian alam.

Sementara itu, kelompok Pejuang Muda Wija To Cerekang diganjar penghargaan berkat dedikasi luar biasa mereka dalam menjaga Hutan Adat Cerekang di Kecamatan Malili dari ancaman pembalakan liar dan perambahan lahan.

Kelompok pemuda ini berhasil melindungi sekitar 700 hektare kawasan hutan adat, termasuk mengamankan sumber mata air penting dan keanekaragaman hayati di dalamnya.

Upaya pelestarian alam tersebut juga diimbangi dengan penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, sehingga mendorong masyarakat adat menjadikan hutan sebagai sumber kehidupan sekaligus identitas budaya.

Salah satu penerima penghargaan, Jamaluddin, mengaku tak menyangka jika aktivitas swadaya yang dirintisnya selama ini mendapatkan pengakuan hingga ke tingkat nasional.

Baca juga:  Pj Gubernur Sulsel Janjikan Distribusi Pupuk Cepat dan Tepat Sasaran

“Awalnya saya tidak percaya apa yang kami lakukan selama ini bisa sampai ke tahap Kalpataru. Ini adalah penghargaan tertinggi dari negara di bidang lingkungan hidup, jadi tentu kami sangat bangga dan bersyukur,” ungkap Jamaluddin penuh haru.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Sulsel, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel, Pemerintah Kabupaten Gowa, serta DLH Gowa yang terus mendampingi proses seleksi tersebut.

Peran pemerintah, menurutnya, sangat membantu dalam memberikan fasilitas dan dukungan pengajuan penghargaan.

Menanggapi keberhasilan warganya, Kepala DLHK Sulsel, Kasman, menyatakan bahwa capaian ini merupakan kebanggaan besar bagi Sulawesi Selatan. “Alhamdulillah, perwakilan Sulsel berhasil membawa pulang dua penghargaan nasional,” tuturnya.

Sebagai informasi, dua penghargaan tersebut merupakan bagian dari total 16 penghargaan Kalpataru yang diberikan secara nasional pada tahun 2026, di mana sebelumnya Pemprov Sulsel telah mengusulkan lima nominator terbaiknya.

Lebih lanjut, Kasman memaparkan bahwa Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi terus berkomitmen mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan rehabilitasi lahan kritis.

Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif, termasuk Program Pemberian Bibit Produktif untuk masyarakat dan kelompok tani.

“Dalam berbagai kesempatan, beliau selalu mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan, yang tentunya selaras dengan Program ASRI gagasan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Kasman.

Raihan Penghargaan Kalpataru ini menjadi wujud nyata apresiasi negara kepada individu maupun kelompok yang berjasa.

Keberhasilan tokoh-tokoh dari Sulsel ini sekaligus membuktikan bahwa gerakan lingkungan berbasis kemasyarakatan merupakan kekuatan kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem di daerah.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *