banner 970x250
Nasional

Liput Aktivitas Anak Krakatau, 5 Jurnalis Hilang Kontak Bersama 3 Kru Kapal

2
×

Liput Aktivitas Anak Krakatau, 5 Jurnalis Hilang Kontak Bersama 3 Kru Kapal

Sebarkan artikel ini
Liput Aktivitas Anak Krakatau, 5 Jurnalis Hilang Kontak Bersama 3 Kru Kapal
Basarnas lanjutkan pencarian lima jurnalis hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau (Foto: Dok Basarnas)
Example 468x60

NASIONAL – Tim SAR gabungan memperluas pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan.

Rombongan terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal yang belum ditemukan hingga Rabu (09/09/2026) sore.

banner 300x600

Mereka berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (07/09/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, serta Donal Husni, jurnalis lepas.

Identitas lengkap sejumlah jurnalis tersebut juga telah dikonfirmasi oleh media tempat mereka bekerja dan pemberitaan terbaru.

Tiga orang lainnya adalah Warta (55) sebagai kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal, serta Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu.

Data terbaru Basarnas mencatat seluruh delapan orang masih berstatus dalam pencarian.

Berdasarkan keterangan kepolisian dan Kantor SAR Banten, rombongan bertolak dari Carita sekitar pukul 14.00 WIB dengan tujuan kawasan Gunung Anak Krakatau.

Sekitar pukul 14.42 WIB, salah seorang jurnalis masih sempat berkomunikasi dengan rekannya di Lampung dan membagikan titik lokasi.

Kontak dengan jurnalis tersebut kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Namun, informasi yang dihimpun Basarnas kemudian menunjukkan rombongan masih sempat memberikan kabar beberapa jam setelahnya.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan informasi dari istri pemandu menunjukkan rombongan telah berada di sekitar Gunung Anak Krakatau pada pukul 18.13 WIB.

“Pada pukul 18.13 WIB kemarin itu, mereka sudah di posisi sekitaran Anak Gunung Krakatau,” kata Al Amrad, sebagaimana dikutip dari detikNews.

Pemandu rombongan, Heriyanto, disebut sempat mengirimkan foto kepada keluarganya dari sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Baca juga:  Kemendikdasmen Wajibkan Sekolah di Daerah Karhutla Punya Minimal Satu Ruang Aman Asap

Setelah komunikasi tersebut, tidak ada lagi kabar yang dapat memastikan keberadaan mereka.

Rombongan sebelumnya direncanakan melakukan perjalanan pulang-pergi pada hari yang sama.

Kepala Desa Sukajadi, Sandi Wyasa, mengatakan mereka diperkirakan sudah kembali ke daratan pada malam hari.

Hingga rombongan tak kunjung kembali dan tidak dapat dihubungi, informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas untuk dilakukan pencarian.

Operasi pencarian mulai dilakukan pada Selasa (08/09/2026).

Tim SAR menyisir perairan hingga kawasan Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, tetapi belum menemukan kapal maupun rombongan.

Pencarian pada malam hari juga menghadapi kondisi perairan dan jarak pandang yang kurang mendukung.

Berdasarkan keterangan Kantor SAR Banten yang dikutip ANTARA, angin cukup kencang dan gelombang saat itu berkisar 1 hingga 2 meter.

KN SAR Tetuka kemudian bersandar di Pelabuhan Ciwandan untuk mempertimbangkan efektivitas serta keselamatan pencarian.

Operasi kemudian kembali dilanjutkan pada Rabu (09/09/2026) sejak pukul 07.00 WIB dengan memperluas area pencarian.

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengatakan tim dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).

“Operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta dukungan penuh sarana laut dan udara,” kata Edy, sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Pada hari kedua, SRU pertama menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan area penyisiran sejauh 68,3 nautical mile.

SRU kedua menggunakan KAL Anyer untuk melakukan penyisiran sejauh 69,5 nautical mile.

SRU ketiga mengoperasikan RIB 01 Lampung dengan jalur pencarian sejauh 67 nautical mile, sedangkan SRU keempat menggunakan RIB 02 Banten untuk menyisir sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Selain kapal utama tersebut, operasi SAR didukung KP Sanjaya, RIB 03 Lampung, kendaraan penyelamat, peralatan komunikasi dan medis serta drone termal yang dapat digunakan membantu pemantauan dari udara.

Baca juga:  20 Penerbangan Dibatalkan Imbas Erupsi Anak Krakatau

Basarnas Lampung juga menambah dua unit RIB dalam operasi tersebut.

RIB 02 diberangkatkan membawa tujuh personel, sementara RIB 03 membawa 10 personel menuju area pencarian.

Operasi turut mendapatkan dukungan KRI Lepu.

Foto terbaru operasi pada Rabu sore menunjukkan tim masih melakukan penyisiran di Selat Sunda dengan area pencarian yang diperluas dan penggunaan pesawat nirawak.

Kepolisian dari Lampung juga melakukan penyisiran di sejumlah wilayah, mulai dari perairan Pulau Legundi, Pulau Sebesi hingga kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

“Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi,” kata Erick Sartani Marbun, dikutip dari keterangan resmi Polri.

Kondisi perairan menjadi salah satu faktor yang terus diperhitungkan selama pencarian.

Jika pada operasi hari pertama gelombang dilaporkan mencapai sekitar 1-2 meter dengan jarak pandang terbatas pada malam hari, kondisi pada hari kedua dilaporkan lebih kondusif pada waktu tertentu.

Basarnas mencatat cuaca di area pencarian pada Rabu dalam kondisi cerah berawan, dengan angin dari selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

Namun, operasi melalui jalur udara masih mempertimbangkan kondisi Gunung Anak Krakatau dan cuaca.

Kapolda Banten Hengki mengatakan pencarian saat ini masih difokuskan melalui jalur laut, sementara opsi pemantauan udara akan disesuaikan dengan perkembangan aktivitas vulkanik.

Insiden tersebut terjadi ketika Gunung Anak Krakatau masih berada dalam periode peningkatan aktivitas vulkanik.

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat episode erupsi menerus Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat (04/09/2026) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (06/09/2026) pukul 00.04 WIB atau sekitar 25 jam.

Setelah episode erupsi menerus berakhir, tiga erupsi strombolian kembali tercatat.

Baca juga:  2.300 Penerbangan Terganggu Imbas Anak Krakatau, 270 Ribu Penumpang Terdampak

Badan Geologi menilai kemungkinan terjadinya letusan dalam beberapa periode berikutnya masih tinggi.

Status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga.

Badan Geologi memperingatkan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.

Masyarakat, wisatawan dan nelayan dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Belum ada informasi yang memastikan apakah kapal rombongan jurnalis memasuki radius terlarang tersebut.

Karena itu, lokasi mereka tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan informasi bahwa mereka terakhir diketahui berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Sistem Informasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas pada Rabu (09/09/2026) mencatat kasus kapal cepat hilang kontak di Selat Sunda sebagai operasi aktif hari kedua, dengan delapan orang berstatus dalam pencarian dan belum ada korban yang tercatat ditemukan selamat maupun meninggal.

Data tersebut sekaligus memperbarui informasi awal yang sempat berbeda-beda mengenai jumlah orang dalam kapal.

Beberapa laporan awal mencatat tujuh orang karena proses pendataan masih berlangsung, sedangkan pembaruan berikutnya memastikan terdapat delapan orang, terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal.

Hingga laporan terbaru pada Rabu (09/09/2026) sore, operasi SAR masih berjalan dan belum ada pengumuman resmi mengenai ditemukannya kapal maupun delapan orang tersebut.

Basarnas meminta nelayan, masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut di Selat Sunda segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila menemukan kapal atau petunjuk yang diduga berkaitan dengan rombongan.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *