banner 970x250
Daerah

Panen Padi Rante Damai Tembus 8,9 Ton per Hektare

2
×

Panen Padi Rante Damai Tembus 8,9 Ton per Hektare

Sebarkan artikel ini
Panen Padi Rante Damai Tembus 8,9 Ton per Hektare
Panen padi dengan produktivitas mencapai 8,9 ton per hektare di Desa Rante Damai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu.(Pemkab Luwu)
Example 468x60

LUWU – Panen padi dengan produktivitas mencapai 8,9 ton per hektare di Desa Rante Damai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, menjadi perhatian masyarakat.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa produktivitas pertanian masih dapat ditingkatkan meski petani menghadapi tantangan kemarau.

banner 300x600

Panen perdana lahan reguler dan Optimalisasi Lahan (Oplah) masa tanam April–September 2026 tersebut berlangsung di lahan Kelompok Tani Taman Harapan, Desa Rante Damai, Kamis (17/9/2026).

Masyarakat mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Luwu yang terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui program Oplah, termasuk pendampingan kepada petani dan penyuluh pertanian.

Pada panen tersebut, petani menggunakan varietas padi Ciherang.

Berdasarkan laporan teknis Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, produktivitas riil pertanaman mencapai 8,9 ton per hektare, sedangkan hasil ubinan mencapai 11,2 ton per hektare.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa optimalisasi lahan dan pendampingan kepada petani dapat memberikan hasil positif dalam peningkatan produksi padi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Moch. Arsal Arsyad, mengatakan Kabupaten Luwu memperoleh program Oplah dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 2025.

Program tersebut mencakup optimalisasi lahan rawa seluas 1.708 hektare dan lahan nonrawa seluas 861 hektare.

Pelaksanaannya diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian, produktivitas, serta indeks pertanaman (IP).

“Tujuan utama kegiatan Oplah ini adalah meningkatkan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200, dengan target akhir mencapai IP 300,” ujar Moch. Arsal Arsyad.

Khusus di Kecamatan Walenrang Timur, kata Arsal, program Oplah telah mendorong peningkatan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani serta pendampingan yang dilakukan para penyuluh pertanian di lapangan.

Baca juga:  Srikandi Pemuda Pancasila Palopo Dorong Perempuan Berkontribusi untuk Bangsa

Sementara itu, Bupati Luwu, H. Patahudding, menekankan pentingnya memastikan ketersediaan air untuk mendukung peningkatan indeks pertanaman.

Ia meminta para penyuluh pertanian bersama kepala desa segera mengidentifikasi wilayah yang mengalami kekeringan, sehingga persoalan kebutuhan air dapat ditangani lebih cepat.

“Untuk mencapai target IP 300, persoalan utama adalah air. Karena itu, saya meminta agar daerah-daerah yang mengalami kekeringan segera diidentifikasi,” kata Patahudding.

Selain persoalan air, Bupati juga menyebut adanya program PMAS di Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, dengan luasan sekitar 500 hektare yang diarahkan untuk mendukung pencapaian IP 300.

Ia juga berharap dukungan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), baik untuk kebutuhan prapanen maupun pascapanen, dapat terus diperkuat.

Patahudding menargetkan penanaman padi kembali dimulai pada November mendatang.

Dengan demikian, peningkatan indeks pertanaman hingga IP 250 diharapkan dapat dicapai secara bertahap.

Ia menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian dengan mendorong petani tetap mengolah lahan sawah.

“Tidak ada alasan petani tidak turun mengolah sawah. Kita harus terus mendorong produktivitas pertanian dan memastikan lahan dapat dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Dr. Ismaya Nita Rianti Parawansa, turut mengapresiasi kondisi pertanian Kabupaten Luwu yang dinilai masih hijau dan memiliki lahan subur.

Ia menilai peningkatan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200 merupakan perkembangan positif bagi sektor pertanian Luwu.

Polbangtan Gowa, kata dia, merupakan institusi binaan Kementerian Pertanian yang telah melahirkan banyak alumni sebagai penyuluh pertanian, termasuk yang kini bertugas di Kabupaten Luwu.

Dukungan sumber daya manusia dan pendampingan penyuluh tersebut diharapkan dapat terus memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Luwu.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *