banner 970x250
Metro

Pemkot Makassar Gelar Pangan Murah dan Cek Kesehatan Gratis di HUT ke-419

13
×

Pemkot Makassar Gelar Pangan Murah dan Cek Kesehatan Gratis di HUT ke-419

Sebarkan artikel ini
Pemkot Makassar Gelar Pangan Murah dan Cek Kesehatan Gratis di HUT ke-419
Example 468x60

EKOBIS – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui Festival Pangan yang digelar di pelataran Kantor Kecamatan Tamalate, Jalan Metro Tanjung Bunga, Minggu (08/11/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan menjaga daya beli warga.

banner 300x600

Selain menyediakan bahan pangan melalui pasar murah, pemerintah kota juga menghadirkan edukasi konsumsi pangan lokal, demonstrasi memasak, pemeriksaan keamanan pangan, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan Festival Pangan merupakan salah satu upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam dan berkualitas.

“Festival Pangan ini bukan hanya tentang menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga bagaimana kita memberikan edukasi dan inovasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal,” ujar Munafri.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu menjelaskan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam membantu menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

Di sisi lain, Festival Pangan juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi pangan lokal yang dapat menjadi alternatif konsumsi masyarakat.

Selain pasar murah, Festival Pangan menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif dan pelayanan publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi demonstrasi memasak atau live cooking menggunakan bahan pangan lokal, pengujian sampel pangan segar asal tumbuhan, serta edukasi mengenai gerakan Stop Pangan.

Baca juga:  Kendalikan Harga Jelang Nataru, Pemkot Palopo Gelar Gerakan Pangan Murah

Pemkot Makassar juga melibatkan Dinas Kesehatan untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan.

“Serta kolaborasi dengan Dinas Kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat,” kata Munafri.

Baca Juga : Sambut HUT ke-419 Makassar, Appi Luncurkan Sunday Market di Losari

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kualitas dan keamanan bahan makanan yang dikonsumsi.

Munafri menilai pemahaman mengenai pangan sehat dan aman perlu terus ditingkatkan agar masyarakat tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kandungan gizi dan kualitas bahan pangan.

Ia juga menekankan bahwa peringatan hari jadi Kota Makassar tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial.

Momentum tersebut perlu dimanfaatkan pemerintah untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga.

Dalam pelaksanaan Festival Pangan, Pemkot Makassar melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, hingga distributor pangan.

Munafri mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah berharap ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga, harga lebih terjangkau, dan pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kegiatan ekonominya.

“Mari kita jadikan Festival Pangan ini sebagai momentum untuk meningkatkan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ajaknya.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi warga, terutama dalam menjaga daya beli dan ketahanan ekonomi keluarga,” sambung Appi.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan Festival Pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi pangan lokal yang aman dan berkualitas.

Baca juga:  Surya Paloh Yakin Andalan Hati Wujudkan Sulsel Maju dan Inklusif

“Festival Pangan menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT ke-419 Kota Makassar yang mengusung semangat menghadirkan pembangunan yang inklusif dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutup Appi.

Baca Juga : Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Pangan, Prabowo Ingatkan Perlindungan Hutan

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menilai Festival Pangan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi pangan lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi yang sehat.

Menurutnya, Makassar memiliki potensi produk pangan lokal yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Aliyah menekankan pentingnya penerapan pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dalam kehidupan sehari-hari.

“Festival Pangan 2026 ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman,” ujarnya.

Ia mengatakan, peringatan HUT ke-419 Kota Makassar juga harus menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk pangan lokal.

Selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan daya saing usaha.

Aliyah menilai keterlibatan UMKM memiliki peran penting karena pengembangan pangan lokal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi, tetapi juga berpotensi menciptakan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus mendorong kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha dalam mengembangkan produk pangan berbasis potensi daerah.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, ketahanan pangan di Kota Makassar semakin kuat, ketersediaan pangan tetap terjaga, dan masyarakat semakin bijak dalam memilih serta mengonsumsi pangan yang sehat dan berkualitas,” tuturnya.

Menurut Aliyah, Festival Pangan perlu diarahkan menjadi kegiatan yang memberikan dampak berkelanjutan, baik terhadap ketersediaan pangan, penguatan produk lokal, maupun pengembangan UMKM.

Baca juga:  Teken Kerja Sama Lintas Daerah, Munafri Pastikan PSEL Aman bagi Warga

“Dengan semangat HUT ke-419 Kota Makassar, kita tidak hanya rayakan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui program yang edukatif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Festival Pangan tersebut, Pemkot Makassar berharap momentum hari jadi kota tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui akses pangan terjangkau, peningkatan pengetahuan gizi, serta dukungan terhadap pelaku usaha lokal.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *