banner 970x250
PendidikanTeknologi

Perluas Peluang Karier Direktorat SMK Perkuat Kompetensi Siswa di Bidang Robotika

12
×

Perluas Peluang Karier Direktorat SMK Perkuat Kompetensi Siswa di Bidang Robotika

Sebarkan artikel ini
Perluas Peluang Karier Direktorat SMK Perkuat Kompetensi Siswa di Bidang Robotika
Foto: Dok Kemendikdasmen
Example 468x60

PENDIDIKAN – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus mendorong kesiapan para lulusan SMK agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang kini semakin terdigitalisasi.

Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah memperluas peluang karier di bidang robotika yang saat ini sangat dibutuhkan di berbagai sektor industri.

banner 300x600

Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo, menyampaikan bahwa robotika bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan telah menjadi bagian integral dari operasional industri saat ini.

Menurutnya, pesatnya perkembangan tersebut menghadirkan beragam peluang kerja baru yang potensial untuk diisi oleh para lulusan SMK.

“Robotika telah digunakan di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, otomotif, makanan dan minuman, elektronik, hingga pergudangan. Kebutuhan tenaga kerja pun bergeser dari pekerjaan manual menuju pekerjaan yang menuntut kemampuan mengoperasikan, memelihara, hingga mengembangkan sistem otomatis,” ujar Arie dalam webinar bertajuk Menciptakan Masa Depan: Robotika sebagai Peluang Karier bagi Murid SMK di Jakarta.

Arie menjelaskan bahwa SMK sejatinya telah memiliki fondasi kompetensi yang kuat melalui berbagai konsentrasi keahlian.

Beberapa di antaranya meliputi Teknik Mekatronika, Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomasi Industri, Teknik Pemesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Kendati demikian, ia menyoroti bahwa tantangan dunia kerja saat ini menuntut kemampuan yang tidak lagi berdiri sendiri, melainkan gabungan dari berbagai disiplin ilmu.

“Ini adalah era multi-skill. Kompetensi yang telah dimiliki oleh SMK perlu semakin diperkuat agar benar-benar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri,” tegasnya.

Untuk mendukung visi tersebut, Direktorat SMK berkomitmen memperkuat penyelarasan kurikulum dengan standar industri.

Langkah ini ditempuh melalui peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta perbaikan sarana dan prasarana di lingkungan SMK.

Baca juga:  Mendikdasmen Pastikan Tak Ada Lagi Guru Honorer di 2027, Ini Penjelasannya

Di sisi lain, kolaborasi dengan dunia usaha dan industri juga terus diperluas melalui program pembelajaran bersama praktisi hingga kegiatan magang di bidang robotika bagi para siswa dan lulusan.

Walaupun demikian, Arie mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan.

Beberapa kendala utama adalah belum meratanya fasilitas laboratorium serta peralatan robotika berstandar industri di tiap SMK, ditambah dengan perlunya lebih banyak guru yang memiliki pengalaman praktik langsung di bidang tersebut.

Meski begitu, ia tetap optimistis bahwa segala tantangan itu dapat diatasi melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

“Kami meyakini membangun ekosistem pendidikan vokasi bukan hanya sebuah program, melainkan gerakan bersama. SMK harus adaptif, industri harus kolaboratif, dan pemerintah harus memberikan dukungan. Robot tidak akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia, tetapi justru menciptakan pekerjaan baru dengan nilai tambah yang lebih tinggi, seperti integrasi sistem, pemrograman, pemeliharaan robot, analisis data, hingga pengembangan solusi berbasis otomasi,” pungkas Arie.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *