banner 970x250
NasionalPendidikan

Kemendikdasmen Matangkan Konsep Sekolah Terintegrasi untuk Pemerataan Mutu Pendidikan

13
×

Kemendikdasmen Matangkan Konsep Sekolah Terintegrasi untuk Pemerataan Mutu Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Kemendikdasmen Matangkan Konsep Sekolah Terintegrasi untuk Pemerataan Mutu Pendidikan
Foto: Dok Kemendikdasmen
Example 468x60

NASIONAL – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mematangkan rencana pendirian program Sekolah Terintegrasi.

Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, Arif Jamali, menyebutkan bahwa Sekolah Terintegrasi merupakan jawaban atas kebutuhan pendidikan yang mampu menjangkau seluruh wilayah secara lebih merata, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pembelajaran.

banner 300x600

Hal tersebut disampaikan oleh Arif saat menghadiri acara Konsolidasi Nasional Kemendikdasmen Tahun 2026 di Depok, Jawa Barat, pada Senin (20/07/2026).

“Sekolah Terintegrasi ini menjawab dua masalah utama pendidikan kita, yaitu mutu yang belum optimal dan ketimpangan antarwilayah,” ujarnya.

Menurut Arif, Sekolah Terintegrasi akan hadir dengan fasilitas yang lengkap serta sistem yang terstruktur dan berkelanjutan di dalam satu kawasan pendidikan terpadu.

“Melalui Sekolah Terintegrasi, kita akan membangun sistem yang memastikan layanan pendidikan berkualitas. Sekolah ini akan menjadi rujukan bagi sekolah di sekitarnya dalam menyediakan layanan yang efisien dan sesuai kebutuhan, serta menjadi pusat peningkatan dan keberlanjutan mutu pendidikan di suatu wilayah,” jelas Arif.

Sekolah Terintegrasi ini didesain agar bersifat inklusif dan terbebas dari pungutan biaya.

Arif membandingkannya dengan Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (desil 1 dan 2), serta Sekolah Unggul Garuda yang menyasar peserta didik dengan prestasi akademik maupun non-akademik sangat tinggi (gifted and talented).

Berbeda dari keduanya, Sekolah Terintegrasi ditujukan bagi anak-anak berprestasi dari seluruh kelompok masyarakat secara inklusif, tanpa membedakan latar belakang sosial dan ekonomi.

Lebih lanjut, Arif memaparkan bahwa Sekolah Terintegrasi memiliki tiga transformasi kunci.

Pertama, transformasi infrastruktur melalui penyediaan fasilitas berkelas dunia untuk mendukung proses pembelajaran.

Fasilitas ini mencakup laboratorium yang lengkap hingga lahan praktik pertanian dan peternakan sebagai bagian dari upaya penguatan keterampilan peserta didik.

Baca juga:  Pemuda Minta Izin Berzina, Reaksi Tak Terduga Rasulullah Ini Mengubah Segalanya

Kedua, transformasi sumber daya manusia.

Hal ini diwujudkan dengan menghadirkan guru-guru berkualitas yang direkrut melalui sistem seleksi dan pelatihan terstruktur.

Guru-guru tersebut juga akan didukung oleh pusat pengajaran dan pembelajaran (Teaching and Learning Center) sebagai ruang untuk mengembangkan strategi pembelajaran dan meningkatkan kompetensi.

Ketiga, transformasi pembelajaran melalui sistem yang berkelanjutan antarjenjang dengan menerapkan kurikulum kombinasi antara nasional dan internasional.

Sistem ini menggunakan pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports) dan mewajibkan penggunaan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya (seperti Mandarin, Jepang, Arab, hingga Prancis) sebagai pengantar komunikasi.

Program ini juga dilengkapi dengan sertifikasi pelatihan dan penguatan keahlian bagi para peserta didik.

Adapun pembangunan Sekolah Terintegrasi akan dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu pembangunan sekolah baru dan peningkatan (upgrading) sekolah yang sudah ada.

Pembangunan sekolah baru dapat berupa pembangunan sekolah negeri oleh pemerintah pusat, maupun pembangunan melalui kerja sama dengan pihak swasta di lahan seluas 20 hingga 30 hektare yang dilengkapi fasilitas modern.

Dalam skema kerja sama tersebut, pembangunan fisik dilakukan oleh pihak swasta, sementara biaya operasional ditanggung oleh pemerintah pusat.

Sementara itu, pendekatan peningkatan (upgrading) dilakukan dengan mengoptimalkan sekolah swasta terintegrasi yang sudah ada serta meningkatkan mutu sekolah negeri.

Langkah ini ditempuh melalui konsolidasi sekolah-sekolah negeri yang memiliki capaian baik di dalam satu kecamatan, sekaligus membangun unit tambahan di sekitar area sekolah induk.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *