banner 970x250
Nasional

Langit Indonesia Dihiasi Blood Moon Malam Ini, Fenomena Langka di Pertengahan Ramadan

×

Langit Indonesia Dihiasi Blood Moon Malam Ini, Fenomena Langka di Pertengahan Ramadan

Sebarkan artikel ini
Foto: Unsplash
Example 468x60

RAGAM – Masyarakat Indonesia bersiaplah menyaksikan salah satu atraksi alam paling memukau tahun ini.

Pada Selasa (03/03/2026), fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) atau yang kerap dijuluki Blood Moon akan menghiasi cakrawala Nusantara.

banner 300x600

Menariknya, peristiwa kosmik ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan malam ke-14 bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sehingga menambah kekhusyukan umat Islam yang biasanya akan melaksanakan salat sunah gerhana (Khusuf) secara berjamaah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa dari empat gerhana yang diprediksi terjadi sepanjang tahun 2026, yakni dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan, hanya GBT malam ini yang dapat disaksikan secara langsung dari wilayah Indonesia.

Secara astronomis, fenomena langka ini merupakan bagian ke-27 dari 71 siklus seri Saros 133. Sebelumnya, kejadian serupa pernah melintasi Bumi pada 21 Februari 2008 dan diperkirakan baru akan kembali menyapa pada 13 Maret 2044 mendatang.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, memaparkan bahwa gerhana bulan ini terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar yang sangat presisi saat fase bulan purnama.

“Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” jelas Nelly di Jakarta, Senin (02/03/2026).

Warna merah eksotis menyerupai tembaga berdarah tersebut bukanlah mitos, melainkan hasil dari fenomena sains bernama hamburan Rayleigh.

Atmosfer Bumi menyebarkan cahaya matahari bergelombang pendek (biru), sementara cahaya bergelombang panjang (merah) berhasil lolos dan memantul di permukaan Bulan.

Secara keseluruhan, proses gerhana dari awal hingga akhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik.

Baca juga:  Persiapan Ramadan, Baznas Sosialisasi Zakat Fitrah Mulai Rp30 Ribu hingga Rp40 Ribu

Durasi parsialitasnya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik, sementara fase totalitas, saat Bulan sepenuhnya tertelan bayangan umbra, hanya berdurasi 59 menit 27 detik.

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, merinci bahwa GBT akan dimulai pada pukul 18.03.56 WIB.

Puncak gerhana diprediksi jatuh pada pukul 18.33.39 WIB (19.33.39 WITA / 20.33.39 WIT).

Fenomena kosmik ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24.35 WIB saat Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.

Terkait visibilitas, masyarakat di wilayah timur Indonesia sedikit lebih beruntung karena dapat mengamati proses gerhana sejak fase awal ketika Bulan baru terbit.

Sebaliknya, bagi pengamat di Indonesia bagian barat, Bulan akan muncul di ufuk timur saat proses gerhana sudah memasuki fase totalitas atau puncaknya.

Kondisi geografis ini juga memengaruhi pengamatan di ujung barat Indonesia, seperti Aceh.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menjelaskan bahwa wilayah Aceh akan melewatkan fase awal hingga puncak gerhana karena posisinya masih berada di bawah garis cakrawala.

Meski demikian, warga Aceh tetap dapat menikmati tiga fase akhir gerhana, yakni:

  • Fase Gerhana Total Berakhir (U3) pada pukul 19.03 WIB.
  • Fase Gerhana Sebagian Berakhir (U4) pada pukul 20.17 WIB.
  • Fase Gerhana Penumbra Berakhir (P4) pada pukul 21.24 WIB.

Kabar baiknya, fenomena Blood Moon ini 100 persen aman untuk disaksikan langsung dengan mata telanjang tanpa memerlukan kacamata filter khusus seperti saat melihat gerhana Matahari. Syarat utamanya hanyalah kondisi cuaca yang cerah tanpa polusi cahaya berlebih, serta pandangan ke arah ufuk timur yang tidak terhalang oleh bangunan tinggi atau pepohonan.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *