banner 970x250
Internasional

Debut Pahit Negara Terkecil di Piala Dunia, Jerman Tundukkan Curacao 7-1

5
×

Debut Pahit Negara Terkecil di Piala Dunia, Jerman Tundukkan Curacao 7-1

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INTERNASIONAL – Kampanye Piala Dunia FIFA 2026™ bagi sang juara dunia empat kali diawali dengan sangat meyakinkan.

Tim nasional Jerman sukses memberikan pelajaran berharga bagi tim debutan, Curacao, dengan mengamankan kemenangan telak 7-1 dalam laga yang digelar di Houston Stadium pada Minggu (14/06/2026) waktu setempat.

banner 300x600

Pasukan asuhan Julian Nagelsmann tampil menekan sejak peluit awal dibunyikan. Keunggulan skuad Der Panzer dibuka melalui aksi cerdik Felix Nmecha pada menit keenam.

Namun, Curacao sempat mengejutkan publik ketika tembakan Livano Comenencia yang mengalami defleksi sukses memperdaya kiper Manuel Neuer pada menit ke-21.

Meski demikian, Jerman langsung merespons dengan sundulan tak terkawal Nico Schlotterbeck (38′) dan eksekusi penalti Kai Havertz (45+5′) untuk menutup babak pertama dengan skor 3-1.

Memasuki babak kedua, agresivitas serangan Jerman kian tak terbendung.

Jamal Musiala (47′), Nathaniel Brown (68′), pemain pengganti Deniz Undav (78′), hingga gol kedua Kai Havertz (88′) melengkapi pesta gol Jerman di hadapan ribuan penonton.

Laga ini juga diwarnai pemecahan rekor oleh Manuel Neuer yang resmi menjadi pemain tertua Jerman di turnamen besar pada usia 40 tahun 79 hari, melewati rekor legenda Lothar Matthaus.

Menyikapi hasil impresif ini, pelatih kepala Jerman, Julian Nagelsmann, mengaku sangat puas dengan respons anak asuhnya usai gawang mereka sempat kebobolan.

“Butuh beberapa menit bagi kami untuk kembali menguasai permainan setelah mereka menyamakan kedudukan. Curacao juga bisa bermain sepak bola dengan baik, dan saya penasaran melihat kiprah mereka selanjutnya di grup ini. Saya sangat puas dengan tujuh gol yang kami cetak serta performa tim secara keseluruhan. Kemenangan di laga awal selalu penting dan kami senang bisa meraihnya,” ungkap Nagelsmann.

Baca juga:  Hilangnya Semarak Idulfitri: Masjid Al-Aqsa Dibarikade, Pedagang Palestina Dilarang Berjualan

Hal senada turut diungkapkan oleh sang kiper veteran pemecah rekor, Manuel Neuer, dan pahlawan Player of the Match, Kai Havertz.

“Ada kegembiraan nyata dalam bermain, dan para pemain pengganti juga membawa energi positif. Anda bisa melihat kekompakan tim ini. Memang ini bukan laga semifinal melawan Brasil, melainkan laga pembuka melawan Curacao, tetapi awal yang baik itu sangat penting. Ini adalah Piala Dunia kelima saya, dan rasanya masih sama antusiasnya seperti debut saya di tahun 2010 melawan Australia. Entah Anda mencintai sepak bola atau tidak… itulah sebabnya turnamen ini terasa sangat spesial bagi saya,” ujar Neuer penuh kebanggaan.

“Kemenangan 7-1 ini seharusnya memberi kami banyak kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan berikutnya. Laga pertama di Piala Dunia selalu sulit… kita sudah sering melihatnya di masa lalu. Ini adalah awal yang sangat bagus. Sekarang kami harus memulihkan diri dengan baik dan fokus sepenuhnya pada pertandingan selanjutnya,” tambah Havertz.

Sementara itu, bek muda Nathaniel Brown yang turut menyumbang gol cantik dari tendangan voli dalam laga debutnya mengaku masih tidak percaya dengan pencapaiannya tersebut.

Di kubu lawan, meski harus menelan kekalahan telak, Curacao tetap membawa pulang kebanggaan tersendiri. Pencetak gol satu-satunya bagi negara terkecil di turnamen ini, Livano Comenencia, merasa mimpinya telah terwujud.

“Saya sudah memimpikan hal ini sejak masih anak-anak, saat berusia lima atau enam tahun ketika baru mulai bermain sepak bola. Sungguh indah bahwa mimpi saya benar-benar menjadi kenyataan,” ucap Comenencia terharu.

Kendati demikian, penggawa Curacao lainnya, Leandro Bacuna, menegaskan bahwa timnya harus segera mengevaluasi kelengahan di lini belakang sebelum menghadapi Ekuador pada pertandingan berikutnya.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *