banner 970x250
Daerah

Bapenda Luwu Tekankan Optimalisasi Perputaran Dana Industri Smelter untuk Ekonomi Daerah

14
×

Bapenda Luwu Tekankan Optimalisasi Perputaran Dana Industri Smelter untuk Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Bapenda Luwu Tekankan Optimalisasi Perputaran Dana Industri Smelter untuk Ekonomi Daerah
Kepala Bapenda Luwu, H. Sofyan Thamrin.(ist)
Example 468x60

EKOBIS – Potensi perputaran uang hingga Rp11 miliar yang dihasilkan aktivitas industri smelter di Kecamatan Bua dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi baru bagi Kabupaten Luwu.

Namun, manfaat ekonomi tersebut hanya akan maksimal jika uang yang beredar tidak keluar dari daerah, Kabupaten Luwu khususnya wilayah Kecamatan Bua.

banner 300x600

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Luwu, H Sofyan Thamrin, menegaskan perlunya kebijakan terintegrasi agar perputaran dana yang berasal dari kawasan industri benar-benar dirasakan masyarakat lokal Kabupaten Luwu.

Menurutnya, secara konseptual optimalisasi perputaran dana sekitar Rp10 miliar hingga Rp11 miliar per bulan di kawasan industri harus dilakukan melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penggunaan produk lokal, serta penyerapan tenaga kerja lokal.

“Secara konseptual, optimalisasi perputaran dana sekitar Rp10 miliar per bulan di kawasan industri memerlukan kebijakan terintegrasi melalui penguatan UMKM, penggunaan produk dan tenaga kerja lokal, serta dukungan infrastruktur dan digitalisasi,” kata Sofyan Thamrin.

Ia menjelaskan, dampak ekonomi tersebut dapat terlihat dari tumbuhnya berbagai usaha pendukung di sekitar kawasan industri.

Mulai dari usaha kos-kosan, warung makan, jasa laundry, transportasi lokal hingga toko kebutuhan harian yang melayani kebutuhan para karyawan.

“Dalam praktiknya, hal ini dapat terlihat dari tumbuhnya usaha kos-kosan, warung makan, jasa laundry, transportasi lokal hingga toko kebutuhan harian yang melayani karyawan, sehingga belanja mereka terserap di wilayah sekitar,” ujarnya.

Sofyan menilai strategi tersebut menjadi langkah penting untuk menekan kebocoran ekonomi daerah.

Dengan semakin banyak transaksi yang berlangsung di Bua dan wilayah Luwu, maka efek berganda atau multiplier effect akan semakin besar.

“Pendekatan ini menekan kebocoran ekonomi dan memaksimalkan multiplier effect yang pada akhirnya memperluas basis pajak dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan,” jelasnya.

Baca juga:  Dorong Kemandirian Masyarakat, Pemkab Luwu dan MDA Luncurkan Akademi MATAPPA

Menurutnya, keberadaan industri besar tidak hanya diukur dari nilai investasi dan jumlah tenaga kerja yang terserap, tetapi juga dari sejauh mana aktivitas ekonomi yang tercipta mampu menghidupkan usaha masyarakat sekitar.

Sebelumnya, sindosulsel.com memberitakan adanya potensi perputaran uang mencapai Rp11 miliar dari aktivitas smelter yang beroperasi di Kecamatan Bua.

Angka tersebut memunculkan berbagai tanggapan terkait sejauh mana manfaat ekonomi industri tersebut dapat dirasakan masyarakat lokal dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *