banner 970x250
Internasional

Serangan Rudal ke Pangkalan AS di Yordania Dibalas Gelombang Serangan ke Iran

4
×

Serangan Rudal ke Pangkalan AS di Yordania Dibalas Gelombang Serangan ke Iran

Sebarkan artikel ini
Serangan Rudal ke Pangkalan AS di Yordania Dibalas Gelombang Serangan ke Iran
Foto: Central Command
Example 468x60

INTERNASIONAL – Militer Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan terhadap Iran sebagai balasan atas penembakan rudal balistik yang diarahkan ke pasukan AS di kawasan Timur Tengah, termasuk pangkalan militernya di Yordania.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan serangan berlangsung selama sekitar dua jam pada Rabu (29/07/2026) malam waktu Amerika Serikat atau Kamis (30/07/2026) pagi waktu Indonesia.

banner 300x600

Puluhan sasaran milik Korps Garda Revolusi Islam Iran menjadi target operasi tersebut.

Sasaran serangan mencakup pusat komando militer, fasilitas rudal dan pesawat nirawak, sistem pengawasan serta pertahanan pantai, hingga kemampuan maritim Iran.

“Asset CENTCOM menyerang puluhan sasaran IRGC di Iran, termasuk pusat komando militer serta fasilitas rudal dan drone,” demikian pernyataan resmi CENTCOM seperti dikutip dari situs resminya.

CENTCOM menyebut operasi tersebut bertujuan mengurangi ancaman Iran dan kelompok-kelompok yang didukungnya terhadap pasukan Amerika, pelayaran komersial, serta negara-negara di kawasan Teluk.

Serangan terbaru dilakukan setelah pasukan Garda Revolusi Iran meluncurkan sejumlah rudal balistik pada Selasa (28/07/2026).

Amerika Serikat menyebut serangan tersebut sebagai upaya serangan mendadak terhadap pasukannya di Timur Tengah.

Washington mengklaim seluruh rudal berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.

Iran mengonfirmasi telah menembakkan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.

Tidak terdapat laporan mengenai korban dari pihak AS akibat serangan tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan Washington akan memberikan balasan keras setelah rudal Iran berhasil dicegat.

Serangan kemudian dimulai sekitar pukul 20.00 waktu Amerika Serikat dan berakhir dua jam kemudian.

CENTCOM menggambarkannya sebagai respons kuat terhadap serangan Iran sehari sebelumnya.

Ketegangan belum mereda setelah operasi militer Amerika Serikat berakhir.

Yordania kembali mendeteksi lima rudal Iran yang memasuki atau mengarah ke wilayahnya pada Kamis (30/07/2026) dini hari.

Baca juga:  Dompet Dhuafa Konfirmasi Dua Relawannya Diculik Israel Saat Bawa Bantuan ke Gaza

“Pertahanan udara berhasil mencegat dan menembak jatuh lima rudal Iran yang menargetkan wilayah Kerajaan,” ujar juru bicara Angkatan Bersenjata Yordania seperti dikutip dari kantor berita resmi Petra.

Pemerintah Yordania menyatakan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan material dalam proses pencegatan tersebut.

Angkatan Bersenjata Yordania menegaskan sistem pertahanan udara terus berada dalam kesiagaan tinggi untuk melindungi kedaulatan, wilayah udara, dan keselamatan masyarakat.

Media pemerintah Iran melaporkan serangan Amerika Serikat turut menghantam Pulau Qeshm yang berada di kawasan Selat Hormuz.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan tiga orang meninggal dunia dan dua lainnya terluka akibat serangan di pulau tersebut.

Hingga kini, belum tersedia laporan resmi menyeluruh mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan di seluruh lokasi yang menjadi sasaran.

Operasi Amerika Serikat juga berlangsung setelah Washington bersama Arab Saudi menyerang sejumlah kelompok bersenjata yang didukung Iran di Irak.

Rentetan serangan di beberapa negara meningkatkan kekhawatiran konflik akan kembali meluas.

CENTCOM menyatakan lebih dari 50 ribu personel militer Amerika Serikat saat ini ditempatkan di kawasan Timur Tengah.

Seluruh personel disebut tetap dalam kondisi siaga untuk menghadapi kemungkinan serangan balasan dari Iran maupun kelompok bersenjata yang berafiliasi dengannya.

Serangan terbaru menandai kembali meningkatnya ketegangan setelah sebelumnya terdapat periode relatif tenang dan upaya mediasi untuk mempertemukan Washington dengan Teheran.

Belum terdapat tanda bahwa kedua negara akan segera kembali ke meja perundingan.

Perkembangan terbaru justru memperbesar risiko serangan balasan lanjutan di Yordania, Irak, kawasan Teluk, serta jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *