banner 970x250
Daerah

Hasil Konferensi Musik Indonesia 2026 di Makassar Siap Disampaikan ke Presiden RI

15
×

Hasil Konferensi Musik Indonesia 2026 di Makassar Siap Disampaikan ke Presiden RI

Sebarkan artikel ini
Hasil Konferensi Musik Indonesia 2026 di Makassar Siap Disampaikan ke Presiden RI
Example 468x60

MAKASSAR – Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 yang digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk pengembangan industri musik nasional.

Hasil konferensi tersebut rencananya akan disampaikan kepada Presiden RI melalui Kementerian Kebudayaan.

banner 300x600

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo saat menghadiri penutupan KMI 2026 di Hotel Claro Makassar, Jumat (30/10/2026) malam.

Giring menyatakan, rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan para musisi, komunitas, akademisi, dan pelaku industri musik tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam memperkuat ekosistem musik Indonesia.

Hasil pembahasan akan disampaikan kepada Menteri Kebudayaan dan lembaga terkait sebelum diteruskan kepada Presiden RI.

Menurutnya, pengembangan industri musik membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan komunitas, musisi, akademisi, praktisi hukum, hingga jejaring industri musik internasional.

“Kementerian Kebudayaan tidak bisa melakukannya sendiri. Kami sangat membutuhkan bantuan, informasi, dorongan, rekomendasi, dan kerja keras bersama,” ujar Giring.

Dalam kesempatan tersebut, Giring juga mengapresiasi Pemerintah Kota Makassar yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi musik tingkat nasional itu.

Baca Juga : Tiket Pesawat Nataru Lebih Murah, Pemerintah Siapkan Rp722 Miliar

“Event nasional KMI di Kota Makassar berjalan sukses, ini luar biasa. Terima kasih sahabatku Pak Wali Kota Makassar, (Bapak Munafri), telah menjadi tuan rumah yang baik untuk kegiatan ini,” katanya.

KMI 2026 merupakan agenda nasional yang mempertemukan pelaku dan penggiat musik dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian kegiatannya dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menilai penyelenggaraan KMI 2026 memberikan peluang bagi pengembangan industri kreatif sekaligus memperluas jaringan musisi lokal.

Baca juga:  Rayakan Ulang Tahun ke-58, PT Vale Tegaskan Komitmen Pertumbuhan Bertanggung Jawab

Menurutnya, musik tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi seni dan budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan para pelakunya.

“Kita berharap musik bukan hanya menjadi wilayah seni, tetapi juga bisa menjadi mesin ekonomi baru untuk memastikan musik mampu menghasilkan nilai ekonomi yang baik bagi para musisi,” jelas Munafri.

Ia mengatakan, kehadiran pelaku industri musik dari berbagai daerah, termasuk jejaring internasional, menjadi kesempatan bagi musisi Makassar untuk memperluas akses dan memperkenalkan karya mereka ke pasar yang lebih luas.

Selain itu, penyelenggaraan konferensi berskala nasional dinilai dapat meningkatkan eksposur Kota Makassar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Ini event berskala nasional yang didukung oleh industri-industri internasional. Secara eksposur, kita bisa mendapatkan perhatian yang tidak sedikit karena kegiatan ini akan terekspos dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga : Rp10 Triliun Cair ke BPJS Kesehatan, Begini Penggunaannya

Munafri juga menyoroti keterkaitan industri musik dengan sektor ekonomi kreatif lainnya, seperti perfilman, seni tari, dan pertunjukan budaya.

Karena itu, ia berharap kolaborasi yang terbangun selama konferensi dapat berlanjut dan membuka peluang bagi pengembangan industri kreatif di Makassar.

“Kita bersyukur Makassar dipercaya oleh Kementerian Kebudayaan untuk menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesia 2026. Ini sangat penting untuk membuka akses, memperluas jejaring, dan memberikan kesempatan lebih besar bagi musisi lokal,” ujarnya.

Konferensi Musik Indonesia 2026 menghasilkan sejumlah rekomendasi yang mencakup penguatan riset, regulasi, pendidikan musik, hingga peningkatan kesejahteraan pekerja di industri musik.

Salah satu usulan yang menjadi perhatian adalah penyusunan standardisasi upah minimum musik untuk mendorong perlindungan dan kesejahteraan para pekerja di sektor tersebut.

Baca juga:  BNN Palopo Gelar Bimtek Life Skill bagi Warga Pattene

Selain persoalan upah, konferensi juga merekomendasikan penyusunan peta jalan musik tradisi, pembenahan pendidikan seni secara kolaboratif, revisi kurikulum musik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta pengembangan titik-titik kegiatan musik.

Rekomendasi lainnya mencakup penyusunan strategi internasionalisasi karier musisi Indonesia agar memiliki kesempatan lebih besar menembus pasar global.

KMI 2026 juga mengusulkan pengembangan jaringan tempat pertunjukan dan festival musik, disertai dukungan infrastruktur serta kemudahan perizinan kegiatan.

Seluruh rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan penyusunan kebijakan pemerintah untuk memperkuat industri musik nasional, membuka peluang ekonomi baru, dan meningkatkan kesejahteraan para pelakunya.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *