PALOPO – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Palopo mendorong masyarakat menerapkan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), sekaligus mengurangi kebiasaan membuang makanan melalui Gerakan Stop Boros Pangan.
Edukasi tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan dalam lingkungan keluarga, tetapi juga menjangkau sekolah dan kantin-kantin sekolah di Kota Palopo.
Hal itu disampaikan Ketua TP PKK Kota Palopo, Megawati Akhmad, saat memimpin sosialisasi bertajuk “Peran PKK dalam Konsumsi Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta Membangun Budaya Menghargai Pangan dan Gerakan Stop Boros Pangan”.
Kegiatan yang diinisiasi Kelompok Kerja (Pokja) III TP PKK Kota Palopo tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Wara, Kota Palopo, Jumat (06/11/2026).
Sosialisasi diikuti pengurus TP PKK Kota Palopo, para ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan se-Kota Palopo, serta perwakilan pengurus Pokja III dari masing-masing wilayah.
Dalam arahannya, Megawati menekankan pentingnya peran ibu dan kader PKK dalam membangun kebiasaan makan sehat di lingkungan keluarga.
Menurutnya, pemenuhan gizi yang seimbang menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak.
Karena itu, setiap keluarga perlu memperhatikan jenis, kandungan gizi, serta keamanan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Megawati juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif memilih makanan di tengah semakin mudahnya akses terhadap makanan cepat saji atau junk food.
Ia menilai kader PKK memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi yang sehat.
“Peran PKK adalah ujung tombak di wilayah masing-masing. Kita harus selektif dan pintar memilih makanan yang bergizi, seimbang, dan aman untuk keluarga, khususnya anak-anak kita,” pesan Megawati di hadapan para peserta.
Melalui sosialisasi tersebut, Megawati berharap para kader tidak hanya memahami konsep B2SA, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : Patahudding Ajak Warga Tanam Cabai di Pekarangan Rumah
Para ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan juga diminta meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Edukasi tersebut diharapkan dapat diperluas hingga lingkungan sekolah, termasuk kantin sekolah, agar kebiasaan memilih makanan sehat dapat dibangun sejak usia dini.
Sementara itu, narasumber dari Dinas Pertanian, Peternakan, dan Pangan Kota Palopo, Lilis Hadisah, menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi keluarga tidak selalu harus menggunakan bahan makanan dengan harga mahal.
Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan beragam bahan pangan lokal yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Lilis menjelaskan bahwa konsep B2SA menekankan pentingnya mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang beragam dan seimbang.
Menu harian keluarga perlu memperhatikan kecukupan sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan tubuh.
Selain kandungan gizinya, keamanan pangan juga menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan. Makanan yang dikonsumsi harus aman dari cemaran maupun bahaya lain yang dapat mengganggu kesehatan.
Lilis berharap pemahaman mengenai pangan B2SA dapat membantu masyarakat menyusun menu keluarga yang lebih sehat tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Melalui sosialisasi B2SA ini, kita harapkan kesadaran tingkat rumah tangga semakin meningkat, terutama dalam menyajikan makanan yang sehat dan bergizi bagi anak-anak dan keluarga demi mewujudkan kualitas SDM yang lebih baik,” ujar Lilis dalam pemaparannya.
Ia juga mendorong pemanfaatan keanekaragaman pangan lokal sebagai alternatif dalam menyediakan makanan bergizi bagi seluruh anggota keluarga.
Selain membahas pemenuhan gizi keluarga, sosialisasi tersebut dirangkaikan dengan kampanye Gerakan Stop Boros Pangan.
Melalui kampanye ini, peserta diajak membangun kebiasaan menghargai makanan serta mengurangi pemborosan pangan yang berpotensi menambah limbah rumah tangga.
Baca Juga : PKK Luwu Luncurkan SIPAKATUO untuk Wujudkan Kampung KB Ramah Anak
Salah satu langkah yang ditekankan adalah kebiasaan berbelanja bahan makanan sesuai kebutuhan keluarga.
Masyarakat juga didorong mengolah makanan dalam jumlah yang sesuai agar tidak banyak makanan terbuang akibat penyajian berlebihan.
Gerakan tersebut diharapkan dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga sebelum diterapkan secara lebih luas di tengah masyarakat.
Kader PKK dinilai memiliki peran penting dalam mengampanyekan kebiasaan tersebut karena berinteraksi langsung dengan keluarga di wilayah masing-masing.
Selain membantu mengurangi pemborosan, pengelolaan bahan pangan yang lebih bijak juga diharapkan dapat mendukung penghematan pengeluaran rumah tangga.
Megawati berharap seluruh peserta dapat menindaklanjuti materi sosialisasi melalui kegiatan edukasi di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Menurutnya, informasi mengenai konsumsi pangan B2SA dan Gerakan Stop Boros Pangan perlu disebarluaskan agar manfaat kegiatan tidak berhenti pada peserta sosialisasi.
Lingkungan sekolah dan kantin sekolah menjadi salah satu sasaran yang diharapkan dapat dijangkau dalam kegiatan lanjutan tersebut.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, anak-anak diharapkan semakin memahami pentingnya memilih makanan bergizi sekaligus membiasakan diri untuk tidak membuang makanan.
Sosialisasi yang diselenggarakan Pokja III TP PKK Kota Palopo tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta.
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam keluarga masing-masing dan diteruskan kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.
TP PKK Kota Palopo berharap kegiatan ini dapat memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi sehat, pemanfaatan pangan lokal, serta kebiasaan menghargai makanan.
















