banner 970x250
Internasional

Arab Saudi Diguncang Serangan Susulan, Bandara King Khalid Kembali Jadi Sasaran

9
×

Arab Saudi Diguncang Serangan Susulan, Bandara King Khalid Kembali Jadi Sasaran

Sebarkan artikel ini
Arab Saudi Diguncang Serangan Susulan, Bandara King Khalid Kembali Jadi Sasaran
Foto: Foto udara Bandara Internasional King Khalid (U.S. Military / Wikimedia Commons, arsip 2006)
Example 468x60

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kembali menjadi sasaran serangan pada Minggu (11/10/2026), sehari setelah serangan rudal di kawasan terminal penumpang menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya terluka.

Serangan susulan tersebut terjadi ketika operasional bandara masih dihentikan sementara menyusul insiden sebelumnya pada Sabtu (10/10/2026).

banner 300x600

Associated Press (AP) melaporkan bahwa sebuah proyektil kembali menghantam kawasan terminal penumpang. Informasi tersebut disampaikan koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang terlibat dalam konflik melawan kelompok Houthi di Yaman.

Menurut keterangan koalisi yang dilaporkan The Guardian, proyektil menghantam Terminal 4 dan menyebabkan kebakaran. Sistem pertahanan udara Arab Saudi juga dilaporkan berhasil mencegat sebuah rudal jelajah di sekitar kawasan bandara.

Belum ada keterangan resmi mengenai tambahan korban jiwa atau luka akibat serangan susulan pada Minggu tersebut.

Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap sejumlah fasilitas di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) mengonfirmasi jumlah korban akibat serangan pada Sabtu (10/10/2026) mencapai 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan pernyataan resmi GACA yang diterbitkan Saudi Press Agency (SPA) pada Minggu (11/10/2026), korban meninggal berasal dari sejumlah negara.

Sebanyak empat korban merupakan warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Sementara itu, ratusan korban luka masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Beberapa di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Otoritas Arab Saudi juga tengah melakukan pendataan dan penilaian terhadap kerusakan fasilitas bandara akibat serangan tersebut.

Baca juga:  Menang Tipis Atas Senegal, Norwegia Temani Prancis ke 32 Besar

Serangan pada Sabtu itu menghantam kompleks terminal penumpang yang mencakup Terminal 3 dan Terminal 4.

Insiden tersebut memaksa otoritas penerbangan menghentikan sementara operasional bandara untuk memberikan kesempatan kepada tim darurat melakukan pemeriksaan dan memastikan keselamatan fasilitas penerbangan.

Sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan atau dialihkan ke bandara lain.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh memastikan belum menerima laporan warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid.

Meski demikian, KBRI masih melakukan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memastikan identitas seluruh korban, termasuk mereka yang menjalani perawatan di rumah sakit.

“KBRI Riyadh akan terus berkomunikasi dengan Otoritas Arab Saudi dan melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya WNI yang menjadi korban dan menjalani perawatan pada rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya,” demikian keterangan resmi KBRI Riyadh yang dikutip Suara.com, Minggu (11/10/2026).

KBRI juga meminta seluruh WNI yang berada di Arab Saudi, khususnya wilayah Riyadh dan sekitarnya, meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi keamanan.

Warga Indonesia diimbau menghindari kawasan yang berpotensi menjadi sasaran serangan, termasuk Bandara Internasional King Khalid.

Selain itu, KBRI meminta WNI membatasi perjalanan yang tidak mendesak serta mengikuti arahan otoritas keamanan setempat.

Bagi WNI yang berencana melakukan perjalanan udara, KBRI menyarankan agar jadwal penerbangan dikonfirmasi kembali melalui maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.

KBRI Riyadh menyatakan tetap memberikan pelayanan kepada WNI seperti biasa, termasuk layanan bantuan darurat melalui nomor +966 569173990.

Di tengah gangguan operasional Bandara Riyadh, penerbangan langsung dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Jeddah dan Madinah dilaporkan masih berjalan normal.

Asisten Deputi Komunikasi dan Hukum Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan perkembangan situasi keamanan di Riyadh belum mengganggu operasional penerbangan langsung dari Jakarta menuju dua kota tersebut.

Baca juga:  Kurang dari 24 Jam Usai Pembukaan, Kontingen Kamboja Angkat Kaki dari Thailand

“Menyikapi perkembangan situasi di Riyadh, Arab Saudi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar,” kata Yudistiawan dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026), sebagaimana dikutip dari detikNews.

Ia menjelaskan, Bandara Soekarno-Hatta tidak melayani penerbangan langsung menuju Riyadh. Namun, sejumlah penumpang menggunakan penerbangan transit melalui Dubai untuk mencapai ibu kota Arab Saudi tersebut.

Perkembangan situasi keamanan menyebabkan sejumlah penerbangan lanjutan dari Dubai menuju Riyadh maupun Jeddah mengalami pembatalan.

Kondisi tersebut berdampak terhadap penumpang yang menggunakan rute transit.

Pihak Bandara Soekarno-Hatta terus berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan situasi penerbangan.

Calon penumpang juga diminta memeriksa jadwal dan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai agar tidak mengalami kendala perjalanan.

Serangkaian serangan terhadap fasilitas penerbangan Arab Saudi terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan koalisi militer pimpinan Arab Saudi.

Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan terhadap bandara, fasilitas energi, dan sasaran militer di wilayah kerajaan tersebut.

Pihak Houthi menyatakan serangan dilakukan sebagai respons terhadap operasi militer koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman.

Kelompok tersebut juga mengeluarkan peringatan kepada maskapai dan masyarakat agar menghindari penggunaan sejumlah bandara serta wilayah udara Arab Saudi karena berpotensi menjadi sasaran serangan berikutnya.

Sementara itu, pemerintah Arab Saudi melalui koalisi militernya mengecam serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil dan menyatakan akan mengambil langkah tegas.

Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid menjadi perhatian internasional karena melibatkan korban dari sejumlah negara dan mengganggu salah satu fasilitas transportasi udara utama di Arab Saudi.

Penutupan sementara Bandara Internasional King Khalid berdampak terhadap mobilitas penumpang internasional dan aktivitas penerbangan di Riyadh.

Baca juga:  Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan China-Nepal, 3 Tewas dan 558 Orang Hilang di Tibet

Hingga laporan pada Minggu (11/10/2026), belum ada kepastian mengenai jadwal pemulihan penuh operasional bandara setelah serangan susulan.

Otoritas Arab Saudi masih melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas yang terdampak dan memantau situasi keamanan di sekitar bandara.

Sementara itu, KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan keselamatan warga Indonesia yang berada di wilayah tersebut.

Masyarakat Indonesia yang memiliki rencana perjalanan ke Arab Saudi diminta tetap mengikuti informasi resmi dari KBRI, otoritas penerbangan, dan maskapai penerbangan masing-masing.

Perkembangan keamanan di Riyadh masih berpotensi memengaruhi jadwal penerbangan, terutama perjalanan yang menggunakan bandar udara tersebut sebagai tujuan maupun lokasi transit.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *