PALOPO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah pegunungan Kota Palopo, Minggu (23/8/2026).
Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan hutan lindung Kelurahan Battang Kilometer 16 serta lahan perkebunan di Kelurahan Mungkajang, Kecamatan Mungkajang.
Di Kelurahan Battang, api membakar sekitar setengah hektare kawasan hutan lindung.
Sementara di wilayah Mungkajang, Kelurahan Bora, kebakaran melanda lahan perkebunan dengan luas sekitar 30 x 60 meter.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo, Andi Naki Farid Baso, mengatakan tim gabungan telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan kondisi di sekitar titik kebakaran.
“TNI, Polri, Damkar, BPBD sudah ada di sana meninjau,” kata Andi Naki.
Ia menjelaskan, titik api yang berada di dekat jalan telah berhasil dipadamkan.
Namun, petugas masih menemukan asap yang terlihat dari lokasi yang berada agak jauh dari akses jalan.
“Kalau yang di dekat jalan sudah padam. Ada asap naik agak jauh dari jalan, sementara dicari sumbernya,” ujarnya.
Tim BPBD bersama unsur terkait masih melakukan pencarian untuk memastikan sumber asap tersebut.
Langkah itu dilakukan guna memastikan tidak ada titik api yang masih menyala dan berpotensi kembali meluas.
“Tim sementara mencari sumbernya untuk memastikan titik api dan akan berupaya dipadamkan,” jelas Andi Naki.
Sementara untuk wilayah Battang, BPBD memastikan kondisi saat ini masih aman setelah penanganan dilakukan di lokasi kebakaran.
“Battang aman, Pak,” tegasnya.
Andi Naki mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan pegunungan yang memiliki tutupan hutan dan lahan perkebunan cukup luas.
Menurutnya, kondisi kawasan Battang hingga jalur menuju Toraja perlu mendapat perhatian khusus karena berada di wilayah pegunungan dengan vegetasi dan lahan yang mudah terbakar saat kondisi kering.
Ia mengimbau masyarakat tidak sembarangan membakar sampah, membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu munculnya api.
Masyarakat yang melintas di jalur Battang-Toraja juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Puntung rokok yang masih menyala berpotensi menjadi sumber api ketika jatuh di rerumputan atau material kering di pinggir jalan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan membakar, termasuk membuang puntung rokok di sepanjang jalan, khususnya jalur Battang-Toraja,” imbau Andi Naki.
Ia menegaskan, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas.
Peran masyarakat sangat penting untuk mencegah munculnya titik api, terlebih kebakaran di kawasan pegunungan dapat dengan cepat meluas dan sulit dijangkau apabila lokasi berada jauh dari akses jalan.
BPBD Kota Palopo bersama TNI, Polri dan Damkar akan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang dinilai rawan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika melihat asap atau api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Dengan kondisi kawasan Battang-Mungkajang yang berbatasan dengan wilayah pegunungan menuju Toraja, kewaspadaan bersama dinilai penting untuk mencegah kebakaran kembali terjadi dan meluas ke kawasan hutan maupun permukiman warga.
















