banner 970x250
Daerah

Pantau Kondisi Udara di BMKG, Munafri Arifuddin Fokus Cari Solusi Kabut Asap

18
×

Pantau Kondisi Udara di BMKG, Munafri Arifuddin Fokus Cari Solusi Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
Pantau Kondisi Udara di BMKG, Munafri Arifuddin Fokus Cari Solusi Kabut Asap
Example 468x60

MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi, mengambil langkah antisipatif menghadapi dua persoalan lingkungan yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat, yakni kabut asap kiriman dan ancaman genangan hingga banjir menjelang musim hujan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Munafri mengunjungi Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Hasanuddin di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (16/10/2026).

banner 300x600

Kunjungan itu dilakukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi atmosfer, perkembangan kabut asap, serta prakiraan cuaca sebagai dasar pengambilan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Kedatangan Munafri disambut Kepala BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto. Dalam pertemuan tersebut, Appi memantau kondisi atmosfer melalui layar monitor sekaligus menggali informasi mengenai kualitas udara dan potensi perubahan cuaca di Makassar.

“Langkah ini kita lakukan untuk memastikan Pemerintah Kota Makassar memiliki gambaran yang lebih akurat dalam menentukan respons terhadap penurunan kualitas udara yang diduga dipengaruhi asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Appi.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada penyebab kabut asap, tetapi harus segera menyiapkan langkah konkret untuk meminimalkan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

“Tujuan saya ke BMKG untuk memantau kondisi cuaca sekaligus mendapatkan informasi terkini mengenai kualitas udara. Kita butuh solusi,” katanya.

“Ini menyangkut kesehatan masyarakat, sehingga tidak lagi bicara sebab dan akibat asap, tetapi solusi apa yang kita lakukan. Nah, ini menjadi bagian dari langkah strategis kami dalam merespons kabut asap yang menyelimuti Makassar,” lanjutnya.

Appi mengungkapkan, berdasarkan penjelasan BMKG, kondisi kabut asap yang menyelimuti Makassar disebut mulai menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Meski demikian, Pemkot Makassar tetap akan melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi atmosfer dan dampaknya terhadap masyarakat.

Baca juga:  Pemkot dan FKIJK Sulselbar Beri Santunan untuk Keluarga Korban Kerusuhan DPRD Makassar

“Menurut BMKG, kondisinya sudah relatif menurun. Karena ini asap kiriman, tapi kita perlu terus memantau perkembangannya agar langkah yang dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, Appi turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar.

Aktivitas pembakaran terbuka dinilai dapat memperburuk pencemaran udara, terutama ketika wilayah perkotaan masih menghadapi dampak kabut asap kiriman.

Ia menegaskan bahwa menjaga kualitas udara bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.

Selain membahas kabut asap, kunjungan Munafri ke BMKG juga menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan Kota Makassar menghadapi musim hujan.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, perkiraan datangnya musim hujan mengalami pergeseran sekitar satu bulan. Peluang hujan diperkirakan mulai meningkat pada akhir November hingga awal Desember.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkot Makassar, khususnya dalam memastikan kesiapan infrastruktur drainase, kanal, dan saluran pembuangan air sebelum intensitas hujan meningkat.

Appi menilai, periode kering yang cukup panjang harus dimanfaatkan untuk mempercepat pembenahan saluran air dan membersihkan berbagai material yang berpotensi menghambat aliran.

Untuk itu, ia berencana mengumpulkan seluruh camat, lurah, dan satuan tugas terkait guna memperkuat koordinasi serta memastikan langkah antisipasi berjalan hingga tingkat kelurahan.

“Kalau sudah terlalu lama kering, ketika hujan turun, kita harus mengantisipasi berbagai kemungkinan. Karena itu, semua harus kita persiapkan bersama-sama,” ujarnya.

Salah satu langkah yang menjadi prioritas pemerintah kota adalah normalisasi saluran drainase, pengangkatan sampah, serta pembersihan sedimen yang selama ini berpotensi mengurangi kapasitas aliran air.

Appi juga meminta seluruh instansi yang berkantor di wilayah Makassar untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, termasuk rutin membersihkan saluran air di sekitar kantor masing-masing.

Baca juga:  Mendag Budi Santoso dan Wali Kota Makassar Pantau Harga Pangan Jelang Idulfitri

“Sekarang kita masif melakukan normalisasi saluran, mengangkat sampah, dan membersihkan sedimen,” katanya.

“Saya juga akan menyampaikan kepada seluruh instansi agar setiap hari membersihkan wilayah di sekitar kantornya sehingga aliran air tidak terhambat,” lanjutnya.

Pemkot Makassar juga akan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat normalisasi kanal dan saluran air, termasuk pengangkatan sedimen dalam skala lebih besar.

Menurut Appi, langkah tersebut penting dilakukan sebelum intensitas hujan meningkat agar potensi genangan maupun banjir dapat diminimalkan.

Ia menekankan bahwa seluruh faktor yang menghambat aliran air harus segera diidentifikasi dan ditangani, baik berupa tumpukan sampah, endapan lumpur, maupun penyumbatan saluran drainase.

“Kita tidak punya banyak waktu. Faktor-faktor yang menghambat aliran air harus segera kita benahi. Sedimen perlu diangkat agar aliran air bisa lebih maksimal,” tegasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemkot Makassar berupaya menjalankan dua agenda penanganan lingkungan secara bersamaan, yakni merespons kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat serta memperkuat kesiapan infrastruktur kota menghadapi musim hujan.

Appi berharap pemantauan kondisi cuaca bersama BMKG dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih terukur, sementara percepatan normalisasi drainase dan kanal mampu mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah Makassar.

“Penguatan kebersihan lingkungan dan normalisasi saluran kita harapkan dapat mengurangi risiko banjir saat musim hujan,” pungkasnya.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *