PALOPO – Wali Kota Palopo bersama tim Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sulawesi Selatan melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan proyek optimalisasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja di Tempat Pembuangan Akhir Mancani.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana, memenuhi standar teknis, serta dapat diselesaikan berdasarkan target yang telah ditetapkan.
Proyek optimalisasi IPLT Mancani dibangun di atas lahan seluas sekitar 8.342 meter persegi.
Pengerjaan saat ini telah memasuki tahap konstruksi pembesian dan pengecoran beton pada sejumlah bagian utama fasilitas pengolahan.
Struktur yang sedang dibangun meliputi kolam anaerobik, kolam fakultatif, kolam maturasi, serta kawasan wetland.
Seluruh fasilitas tersebut memiliki fungsi penting dalam proses pengolahan lumpur tinja agar limbah yang dihasilkan dapat dikelola secara lebih aman sebelum dilepas ke lingkungan.
Pengerjaan optimalisasi IPLT Mancani ditargetkan selesai pada Senin (30/11/2026).
Setelah seluruh konstruksi fisik rampung, pelaksana proyek akan melakukan commissioning test atau uji fungsi terhadap sistem pengolahan.
Uji tersebut bertujuan memastikan setiap bagian fasilitas dapat beroperasi dengan optimal dan memenuhi standar teknis yang telah ditentukan.
Proses uji fungsi juga menjadi tahapan penting sebelum fasilitas secara resmi diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Palopo.
Melalui tahapan tersebut, pemerintah ingin memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar siap digunakan dan tidak mengalami kendala ketika mulai beroperasi.
Optimalisasi IPLT Mancani merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sanitasi bagi masyarakat Kota Palopo.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mendukung pengelolaan lumpur tinja secara lebih aman, terukur, dan berkelanjutan.
Pemkot Palopo bersama BPBPK Sulawesi Selatan berkomitmen mengawal pembangunan hingga seluruh pekerjaan selesai.
Peningkatan fasilitas pengolahan juga diharapkan dapat mengurangi risiko pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pengelolaan limbah domestik yang tidak memenuhi standar.
Setelah beroperasi, IPLT Mancani diharapkan menjadi salah satu infrastruktur pendukung dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih dan sehat.
Pemkot Palopo juga menargetkan fasilitas tersebut mampu memperkuat sistem sanitasi perkotaan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan dasar kepada masyarakat.
















