banner 970x250
Hukrim

Penipuan Online Rugikan Asia Tenggara Rp387 Triliun, ASEAN Foundation dan Google Luncurkan Scam Ready ASEAN

4
×

Penipuan Online Rugikan Asia Tenggara Rp387 Triliun, ASEAN Foundation dan Google Luncurkan Scam Ready ASEAN

Sebarkan artikel ini
Foto : ASEAN Foundation bersama Google.org meluncurkan program regional bertajuk Scam Ready ASEAN untuk memperkuat ketahanan digital masyarakat ASEAN.(ist)
Example 468x60

suratkabarindonesia.com – Penipuan online di kawasan Asia Tenggara menyebabkan kerugian hingga USD 23,6 miliar atau sekitar Rp387 triliun dalam satu tahun terakhir.

Tingginya angka kejahatan digital tersebut mendorong ASEAN Foundation bersama Google.org meluncurkan program regional bertajuk Scam Ready ASEAN untuk memperkuat ketahanan digital masyarakat ASEAN.

banner 300x600

Program yang didukung pendanaan sebesar USD 5 juta dari Google.org itu bertujuan menjangkau tiga juta masyarakat di 11 negara ASEAN melalui edukasi literasi digital dan pencegahan penipuan online.

Di Indonesia, ancaman penipuan digital juga terus meningkat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC), sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 411 ribu laporan kasus penipuan online dengan perkiraan kerugian mencapai USD 550 juta atau sekitar Rp9 triliun.

Sindikat Judi Online Internasional Digulung, Polisi: Ini Murni Perjudian, Bukan Scam

Modus yang paling banyak dilaporkan meliputi phishing, rekayasa sosial, peniruan identitas, penipuan investasi online, hingga penipuan pembayaran berbasis QR code. Modus tersebut terus berkembang seiring pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), sistem pembayaran digital, dan taktik lintas platform yang semakin kompleks.

Pemerintah Indonesia sendiri terus memperkuat langkah-langkah perlindungan masyarakat melalui penguatan regulasi keamanan siber, kampanye edukasi publik, serta peningkatan kolaborasi dengan sektor keuangan dan penyedia layanan telekomunikasi.

Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam mengatakan, penipuan digital kini telah menjadi tantangan lintas negara yang memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap ruang digital.

“Penipuan saat ini bukan lagi kejadian yang dilindungi, melainkan tantangan bersama yang terus berkembang dan mempengaruhi seluruh masyarakat negara, sektor, dan komunitas,” ujarnya.

Tok! 4 Pimpinan Sindikat Penipuan Myanmar Jalani Eksekusi Mati di China

Menurutnya, Scam Ready ASEAN hadir untuk mengubah pendekatan dari sekadar merespons penipuan menjadi upaya pencegahan yang lebih proaktif dan terstruktur.

Baca juga:  Resmi Diburu Interpol, Riza Chalid Terjerat Skandal Sewa Tangki Fiktif Pertamina

Program ini mengadopsi model Train-the-Trainer dengan melibatkan 2.000 master trainer melalui 20 organisasi lokal mitra di kawasan ASEAN. Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum menyentuh kampanye literasi digital konvensional.

Sekitar 550 ribu penerima manfaat akan memperoleh modul edukasi terstruktur dan alat interaktif, termasuk permainan edukatif Be Scam Ready , guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam mengenali penipuan online.

Selain mengedukasi masyarakat, program ini juga diperkuat melalui enam dialog kebijakan nasional dan tiga dialog regional guna memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah, industri, dan masyarakat sipil.

Vice President Southeast Asia Google, Sapna Chadha menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara harus dibangun di atas fondasi kepercayaan dan keamanan digital.

“Untuk tetap mencerminkan lebih maju dari pelaku kejahatan digital, kami terus meningkatkan keamanan produk dan platform kami sekaligus mendukung inisiatif seperti Scam Ready ASEAN,” katanya.

Disita Tentara Thailand, Markas Judi Online dan Scam Ini Ternyata Sangat Canggih

Di tingkat regional, ASEAN juga terus memperkuat penanganan penipuan online, termasuk melalui pembentukan ASEAN Anti-Scam Working Group pada Pertemuan Menteri Digital ASEAN ke-4 tahun 2024.

Program Scam Ready ASEAN resmi diluncurkan melalui dialog kebijakan tingkat tinggi yang mempertemukan pemangku kepentingan sektor digital, keuangan, perlindungan konsumen, perbankan, dan teknologi dari seluruh kawasan ASEAN.

Peluncuran tersebut termasuk Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil , Ketua Dewan Pengawas ASEAN Foundation Sarah Al Bakri Devadason , Anggota Dewan Pengawas ASEAN Foundation Evangeline T. Ong Jimenez-Ducrocq , Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Dr. Piti Srisangnam , serta Managing Director Trust & Safety Google APAC Ram Papatla .

Melalui komitmen multi-tahun tersebut, ASEAN bersama Google dan berbagai pemangku kepentingan berharap masyarakat semakin siap menghadapi ancaman penipuan digital sekaligus menciptakan ruang digital ASEAN yang lebih aman dan terpercaya.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *