banner 970x250
Daerah

SMSI Sulsel Dorong Media Siber Tetap Profesional di Tengah Gempuran Media Sosial

12
×

SMSI Sulsel Dorong Media Siber Tetap Profesional di Tengah Gempuran Media Sosial

Sebarkan artikel ini
SMSI Sulsel Dorong Media Siber Tetap Profesional di Tengah Gempuran Media Sosial
Example 468x60

SULSEL – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sulawesi Selatan Anwar Sanusi menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi media siber di tengah derasnya arus informasi digital dan terus meningkatnya penggunaan media sosial.

Hal tersebut disampaikan Anwar saat hadir menjadi narasumber dalam dialog khusus di RRI Makassar yang dipandu oleh host Alpianus Ba’ka pada Kamis (24/09/2026).

banner 300x600

Dialog tersebut secara mendalam membahas tren perkembangan media siber, profesionalisme pers, hingga arti penting literasi digital bagi masyarakat luas.

Anwar memaparkan bahwa media siber saat ini menghadapi tuntutan besar.

Kemudahan akses informasi melalui berbagai platform digital membuat media harus memikul tanggung jawab yang jauh lebih berat untuk menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Media siber saat ini dituntut tidak hanya sekadar cepat dalam menyampaikan informasi kepada publik, tetapi yang paling utama adalah memastikan setiap berita telah melalui tahapan verifikasi yang ketat dan memenuhi prinsip-prinsip jurnalistik. Kecepatan sama sekali tidak boleh mengorbankan ketepatan informasi,” tegas Anwar Sanusi.

Ia menilai, proses verifikasi jurnalistik tetap menjadi prosedur mutlak yang harus dijalankan redaksi agar berita yang dilepas ke publik tidak memicu kesalahpahaman atau hoaks di tengah masyarakat.

Dalam dialog tersebut, Anwar juga menegaskan peran strategis SMSI untuk terus mendorong profesionalisme perusahaan media siber, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan, agar mampu membangun ekosistem media yang sehat.

Lebih lanjut, host Alpianus Ba’ka turut menggali pandangan Anwar mengenai posisi tawar media siber yang kerap berbenturan dengan dominasi media sosial, di mana informasi dapat tersebar hanya dalam hitungan detik.

Menanggapi hal tersebut, Anwar menilai kondisi ini sebagai tantangan sekaligus peluang.

Masyarakat saat ini dibanjiri informasi dari berbagai akun media sosial yang belum tentu menerapkan standar verifikasi yang benar.

Baca juga:  Wagub Dimyati Letakkan Batu Pertama Museum Media Siber SMSI

“Ini menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, saya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar sebelum memastikan sumber dan kebenarannya. Di sinilah media profesional harus hadir mengambil peran penting sebagai rujukan utama publik, karena informasi yang dipublikasikan oleh pers telah melewati proses pengumpulan bahan, verifikasi, hingga penyuntingan yang ketat,” urainya.

Menutup dialog, Anwar mendorong adanya kolaborasi aktif antara industri media, pemerintah, organisasi pers, dan masyarakat untuk terus meningkatkan literasi digital.

Kolaborasi tersebut dinilai sangat esensial agar masyarakat semakin cerdas dan mampu membedakan mana informasi yang telah terverifikasi secara jurnalistik dan mana informasi liar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *