banner 970x250
Daerah

Sulap Sampah Jadi Cuan, Warga Desa Kayu Loe Bantaeng Mulai Gerakan Bank Sampah

8
×

Sulap Sampah Jadi Cuan, Warga Desa Kayu Loe Bantaeng Mulai Gerakan Bank Sampah

Sebarkan artikel ini
Sulap Sampah Jadi Cuan, Warga Desa Kayu Loe Bantaeng Mulai Gerakan Bank Sampah
Example 468x60

BANTAENG – Upaya membangun pengelolaan sampah berbasis masyarakat mulai dirintis di Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng, melalui pembentukan pengelola bank sampah.

Pembentukan tersebut menjadi salah satu hasil kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN-T 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin bersama Pemerintah Desa Kayu Loe di kantor desa pada Senin (03/08/2026).

banner 300x600

Kegiatan itu tidak hanya memperkenalkan konsep bank sampah kepada masyarakat, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai proses pemilahan sampah sejak dari rumah.

Warga turut memperoleh penjelasan tentang mekanisme penyetoran dan penimbangan sampah, pencatatan tabungan, serta manfaat lingkungan dan ekonomi yang dapat diperoleh apabila program dijalankan secara konsisten.

Sosialisasi diikuti unsur Pemerintah Desa Kayu Loe, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Partisipasi berbagai unsur tersebut diharapkan menjadi modal awal dalam menjalankan operasional bank sampah secara berkelanjutan.

Program tersebut digagas St. Mutmainnah Makkuaseng, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, sebagai bagian dari program kerja individu selama pelaksanaan KKN Tematik Perubahan Iklim.

St. Mutmainnah mengatakan pembentukan pengelola menjadi tahapan penting agar pengelolaan sampah di Desa Kayu Loe tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi.

Menurutnya, keberadaan bank sampah dapat mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah sekaligus memperoleh manfaat dari sampah yang masih memiliki nilai jual.

“Bank sampah bukan hanya menjadi tempat menabung sampah yang memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah,” kata St. Mutmainnah.

Ia berharap masyarakat tidak hanya melihat program tersebut dari sisi ekonomi, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi timbulan sampah di tingkat desa.

Baca juga:  Pesan Melinda Aksa untuk 13 Ketua PKK Baru: Hadirkan Inovasi yang Berdampak

Pengelola yang telah dibentuk selanjutnya diharapkan dapat menyusun dan menjalankan mekanisme operasional bank sampah dengan dukungan pemerintah desa serta keterlibatan aktif masyarakat.

Kepala Desa Kayu Loe Muhammad Naim menyambut baik pelaksanaan program tersebut.

Ia menilai bank sampah dapat menjadi salah satu langkah untuk menjawab persoalan sampah sekaligus memberikan manfaat tambahan bagi warga.

“Melalui bank sampah, masyarakat diajak untuk melihat bahwa sampah bukan lagi barang yang tidak berguna, tetapi memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik,” ujar Muhammad Naim.

Ia berharap Bank Sampah Desa Kayu Loe dapat dijalankan secara konsisten dan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN.

Dukungan pemerintah desa dan kesediaan masyarakat memilah serta menyetorkan sampah dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin, Pemerintah Desa Kayu Loe, dan masyarakat diharapkan dapat membentuk sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata.

Program itu juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya pemilahan sampah serta mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *