banner 970x250
Nasional

Pertamina Turunkan Harga Pertamax, Pertamax Turbo Turun hingga Rp1.000

6
×

Pertamina Turunkan Harga Pertamax, Pertamax Turbo Turun hingga Rp1.000

Sebarkan artikel ini
Pertamina Turunkan Harga Pertamax, Pertamax Turbo Turun hingga Rp1.000
Suasana pelayanan BBM di salah satu SPBU Pertamina. Foto: Dokumentasi Pertamina
Example 468x60

NASIONAL – PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak nonsubsidi dari kelompok Pertamax Series yang berlaku mulai Sabtu (01/08/2026).

Produk yang mengalami penurunan meliputi Pertamax RON 92, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo RON 98.

banner 300x600

Besaran harga berbeda di setiap wilayah karena dipengaruhi tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB masing-masing daerah.

Untuk wilayah dengan tarif PBBKB sebesar 5 persen seperti DKI Jakarta, harga Pertamax turun Rp300, dari sebelumnya Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter.

Pertamax Green 95 turun Rp400 dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.

Penurunan terbesar terjadi pada Pertamax Turbo, yakni Rp1.000 dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.

Sementara itu, harga produk diesel nonsubsidi tidak berubah.

Dexlite tetap dipasarkan seharga Rp19.700 per liter dan Pertamina Dex bertahan pada Rp21.150 per liter untuk wilayah PBBKB 5 persen.

Penyesuaian harga juga berlaku di seluruh wilayah Sulawesi, termasuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Harga Pertamax di Sulawesi turun Rp350 dari sebelumnya Rp16.650 menjadi Rp16.300 per liter.

Pertamax Turbo mengalami penurunan lebih besar, yakni Rp1.050 dari Rp19.750 menjadi Rp18.700 per liter.

Adapun harga Dexlite tetap Rp20.150 per liter dan Pertamina Dex bertahan Rp21.650 per liter.

Berikut harga BBM Pertamina yang berlaku di Sulawesi mulai Sabtu (01/08/2026):

  • Pertalite Rp10.000 per liter
  • Biosolar subsidi Rp6.800 per liter
  • Pertamax Rp16.300 per liter
  • Pertamax Turbo Rp18.700 per liter
  • Dexlite Rp20.150 per liter
  • Pertamina Dex Rp21.650 per liter

Pertamax Green 95 belum tercantum dalam daftar produk yang dipasarkan untuk wilayah Sulawesi.

Dalam keterangan resmi Pertamina Patra Niaga, VP Corporate Communication Kitty Andhora mengatakan penyesuaian harga dilakukan dengan mengikuti regulasi pemerintah dan perkembangan komponen pembentuk harga BBM.

Baca juga:  BNPB: Pemulihan Titik Banjir Sumatera Tembus 100 Persen, Fokus Kini Beralih ke Transisi Darurat

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah,” kata Kitty.

Pertamina juga mempertimbangkan tren rata-rata harga minyak dunia, pergerakan nilai tukar rupiah, daya beli masyarakat, serta keberlanjutan pasokan energi nasional.

Menurut Kitty, penyesuaian berkala diperlukan untuk menjaga keseimbangan harga sekaligus memastikan pasokan BBM tetap tersedia bagi masyarakat.

Penurunan harga hanya berlaku terhadap sejumlah produk nonsubsidi.

Harga Pertalite dan Biosolar subsidi tidak mengalami perubahan.

Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi bertahan pada Rp6.800 per liter di seluruh wilayah yang tercantum dalam daftar harga Pertamina.

Masyarakat dapat memeriksa harga terbaru sesuai wilayah melalui aplikasi MyPertamina atau kanal resmi Pertamina karena tarif BBM nonsubsidi dapat berbeda antardaerah.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *