banner 970x250
Nasional

Sembilan Jasad Dievakuasi dari Dalam KM Virgo, 108 Orang Masih Dicari

3
×

Sembilan Jasad Dievakuasi dari Dalam KM Virgo, 108 Orang Masih Dicari

Sebarkan artikel ini
Sembilan Jasad Dievakuasi dari Dalam KM Virgo, 108 Orang Masih Dicari
Example 468x60

NASIONAL – Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-11 dengan perkembangan signifikan. Tim penyelam gabungan menemukan dan mengevakuasi sembilan jasad dari dalam bangkai kapal di perairan Laut Jawa pada Rabu (23/09/2026).

Dengan temuan tersebut, hingga pukul 17.00 WITA Basarnas mencatat 135 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 27 meninggal dunia. Sebanyak 108 orang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal.

banner 300x600

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan proses penyelaman tidak mudah karena tim menghadapi arus bawah laut dan jarak pandang terbatas saat menyisir bagian dalam kapal.

“Dalam kondisi arus bawah laut dan visibilitas yang menantang, para penyelam gabungan terus menyisir bagian dalam kapal hingga berhasil menemukan korban,” kata Syafii, dikutip dari keterangan Basarnas yang diberitakan ANTARA.

Satu jasad lebih dulu ditemukan sekitar pukul 11.20 WITA. Penyelaman kemudian dilanjutkan dan menghasilkan delapan temuan tambahan hingga sore, sehingga sembilan korban meninggal berhasil dievakuasi dalam satu hari.

Para korban dibawa menuju KN SAR Pacitan yang bersiaga di lokasi. Dari sana, jenazah diterbangkan menggunakan Helikopter Basarnas HR 3601 menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi.

Syafii mengatakan operasi akan terus dilakukan untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban yang masih menunggu.

“Kami akan terus berupaya memberikan kepastian kepada keluarga yang masih menunggu,” ujarnya.

Keberhasilan mengevakuasi sembilan korban tidak terlepas dari upaya penyelam membuka akses ke bagian dalam KM Virgo Transport 8 sehari sebelumnya.

Pada Selasa (22/09/2026), tim gabungan berhasil memecahkan kaca sejumlah jendela kamar untuk membuka akses menuju kompartemen penumpang. Penyelam kemudian melihat sejumlah korban masih berada di dalam kamar kapal.

Baca juga:  Banjir Maros dan Makassar, Ribuan Warga Terisolasi, Akses Lumpuh

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator I Putu Sudayana mengatakan bagian kamar menjadi prioritas setelah penyelam menemukan korban di lokasi tersebut.

“Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal,” kata Putu dalam konferensi pers pada Selasa malam.

Evakuasi ketika itu belum dapat dilakukan secara maksimal. Air yang mulai keruh dan arus laut yang menguat membuat tim harus menghentikan sebagian penyelaman demi keselamatan petugas.

Operasi kemudian dilanjutkan sejak Rabu pagi dengan fokus pada kamar penumpang kelas ekonomi dan eksekutif serta bagian lain di dalam badan kapal yang dapat dijangkau dengan aman.

Posisi kapal yang terbalik di kedalaman sekitar 26 hingga 30 meter menjadi tantangan tersendiri. Selain jarak pandang terbatas, ruang dalam kapal menjadi lebih rumit karena posisi bangkai sudah tidak normal.

TNI sejak awal operasi juga mengerahkan sejumlah unsur laut dan udara, termasuk KRI, tim Komando Pasukan Katak (Kopaska), tim penyelam dan penyelamatan bawah air, serta pesawat dan helikopter untuk mendukung operasi SAR yang dikoordinasikan Basarnas.

Jumlah 27 korban meninggal yang diumumkan Basarnas hingga Rabu sore belum memasukkan satu jasad yang ditemukan seorang nelayan di perairan Kalimantan Tengah pada Selasa (22/09/2026).

Jasad laki-laki tanpa identitas tersebut ditemukan di perairan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, sekitar pukul 15.56 WIB. Basarnas kemudian mengevakuasinya untuk dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin.

Namun, temuan itu belum langsung dimasukkan dalam daftar korban KM Virgo karena identitas dan keterkaitannya dengan kecelakaan masih harus dipastikan melalui proses DVI.

Basarnas sebelumnya juga memperluas penyebaran informasi pencarian kepada masyarakat pesisir di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, hingga Pulau Jawa. Upaya tersebut dilakukan karena korban maupun benda dari kapal dapat terbawa arus menjauhi lokasi tenggelam.

Baca juga:  72 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Polri Tangani 89 Laporan di Sembilan Polda

KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/09/2026). Berdasarkan manifes, kapal membawa 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak kapal.

Dalam perjalanan, kapal menghadapi cuaca buruk. Nakhoda kemudian melaporkan kondisi kapal mulai miring pada Minggu (13/09/2026) dini hari sebelum komunikasi terputus di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa.

Kapal selanjutnya ditemukan dalam kondisi terbalik. Operasi SAR pada hari-hari awal berhasil menyelamatkan 108 orang, sementara pencarian kemudian bergeser ke permukaan laut, pesisir sejumlah wilayah, dan akhirnya semakin intensif di bagian dalam bangkai kapal.

Proses identifikasi korban dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dengan mencocokkan data ante mortem dari keluarga dan data post mortem korban. Polri juga menyiapkan pemeriksaan sidik jari, rekam medis, gigi, properti, hingga DNA apabila diperlukan.

Operasi SAR belum dihentikan. Dengan 108 orang masih dalam pencarian berdasarkan manifes, penyisiran bagian dalam KM Virgo Transport 8 serta pencarian di laut dan kawasan pesisir masih terus dilanjutkan.

Example 300x600
Penulis: *Editor: Putra Alif Syah
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *