banner 970x250
Nasional

550 Hektare Bromo Terbakar, Ancaman Api Belum Berakhir

5
×

550 Hektare Bromo Terbakar, Ancaman Api Belum Berakhir

Sebarkan artikel ini
550 Hektare Bromo Terbakar, Ancaman Api Belum Berakhir
Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Foto: Ditjen Gakkum Kementerian Kehutanan
Example 468x60

NASIONAL – Kebakaran utama yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, sejak Senin (03/08/2026) telah berhasil dipadamkan setelah menghanguskan sekitar 550 hektare.

Namun, ancaman belum berakhir karena titik kebakaran baru ditemukan di sekitar kaldera dengan area terdampak sekitar 20 hektare.

banner 300x600

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan kepada Reuters bahwa kebakaran utama telah padam pada Minggu (09/08/2026).

Namun, tim di lapangan kembali menemukan api di kawasan sekitar kaldera.

Angka 550 hektare merupakan pembaruan dari data Kementerian Kehutanan.

Dalam keterangan resminya pada Minggu pagi, kementerian masih memperkirakan luas areal terdampak sekitar 520 hektare dan menyebut angka tersebut bersifat sementara karena proses verifikasi lapangan masih berlangsung.

Kemunculan api baru membuat kawasan wisata Bromo belum dapat kembali dibuka.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya telah memerintahkan penutupan total TNBTS agar seluruh sumber daya difokuskan pada operasi pemadaman dan pencegahan kebakaran susulan.

“Menginstruksikan Kepala Balai untuk menutup sementara secara total TN Bromo Tengger Semeru. Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api sekaligus mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi di tempat lain,” kata Raja Juli, dikutip dari keterangan resmi Kementerian Kehutanan.

Menurutnya, penutupan juga berkaitan dengan keselamatan pengunjung.

“Yang kedua juga terkait safety, safety first, yang menyangkut nyawa warga negara akibat bencana ini,” ujarnya.

Kementerian Kehutanan belum mengumumkan kapan kawasan wisata tersebut akan kembali dibuka.

Gatot mengatakan area kebakaran baru di sekitar kaldera mencapai kurang lebih 20 hektare dan masih berpotensi meluas pada Senin (10/08/2026).

“The fire around the caldera is likely to spread further on Monday,” kata Gatot kepada Reuters.

Baca juga:  Misteri Barcode "PT Minas Pagai Lumber" pada Ribuan Kayu di Pantai Tanjung Setia

Lebih dari 120 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Operasi juga didukung tiga helikopter untuk water bombing, drone, serta kendaraan pemadam.

Penggunaan helikopter juga dikonfirmasi Kementerian Kehutanan.

Pemadaman udara terutama diarahkan ke titik api yang berada di lereng dan kawasan yang sulit dijangkau personel darat.

“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat,” kata Raja Juli.

Sementara di darat, petugas melakukan pemadaman langsung sekaligus membangun sekat bakar untuk menghambat penjalaran api.

Kendala lain datang dari kondisi cuaca dan terbatasnya sumber air.

Kementerian Kehutanan bahkan menyatakan Operasi Modifikasi Cuaca belum dapat dilakukan dalam 10 hari ke depan karena kondisi atmosfer belum mendukung.

Situasi tersebut perlu mendapat perhatian karena Agustus bertepatan dengan puncak musim kemarau di sebagian besar Jawa.

BMKG sebelumnya memprediksi musim kemarau 2026 lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Puncak musim kemarau pada Agustus diperkirakan terjadi di 369 Zona Musim atau 48,84 persen wilayah daratan Indonesia, termasuk sebagian besar Pulau Jawa.

BMKG juga meminta kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan ditingkatkan selama periode kering.

Kondisi tersebut berarti padamnya kebakaran utama di Bromo belum otomatis menghilangkan risiko.

Vegetasi kering, angin, medan terjal, dan kemunculan titik api baru membuat patroli serta pendinginan kawasan tetap diperlukan.

Setelah operasi pemadaman selesai, persoalan berikutnya adalah seberapa besar kerusakan ekologis yang ditinggalkan kebakaran.

Keterangan resmi Kementerian Kehutanan menyebut api telah mengenai vegetasi savana, cemara gunung, pakis, hingga semak belukar.

Balai Besar TNBTS bertugas melakukan pemetaan kawasan terdampak sekaligus melindungi keanekaragaman hayati yang masih tersisa.

Baca juga:  Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Perintahkan Tindak Tegas Perusak Lingkungan

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan evaluasi menyeluruh baru dilakukan setelah kondisi dinilai aman.

“Setelah kondisi dinyatakan aman, kami akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap dampak kebakaran sebagai dasar penyusunan langkah pemulihan kawasan,” kata Rudijanta dalam keterangan resmi Kementerian Kehutanan.

Penilaian tersebut akan menjadi penting untuk menentukan bagian kawasan yang mampu pulih secara alami dan lokasi yang memerlukan intervensi lebih lanjut.

TNBTS memiliki luas sekitar 50.276 hektare dan bukan sekadar kawasan wisata.

Data resmi Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan mencatat kawasan ini memiliki fungsi konservasi dan menjadi habitat berbagai flora dan fauna, termasuk sejumlah spesies prioritas seperti elang jawa.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengingatkan dampak kebakaran tidak dapat dilihat hanya dari sisi wisata.

“Bromo bukan hanya destinasi wisata, tetapi kawasan konservasi yang menopang kehidupan masyarakat dan menjadi ruang hidup berbagai jenis tumbuhan serta satwa. Api harus segera dikendalikan, penyebabnya diungkap, dan kawasan dipulihkan,” katanya dalam keterangan resmi Kementerian Kehutanan.

Karena itu, dampak jangka menengah kebakaran berpotensi bergeser dari operasi pemadaman menuju rehabilitasi bentang alam, pemantauan regenerasi vegetasi, serta evaluasi kondisi habitat satwa.

Besarnya kebutuhan pemulihan baru dapat diketahui setelah pemerintah menyelesaikan pemetaan area terbakar.

Penutupan total kawasan juga membawa konsekuensi ekonomi apabila berlangsung dalam waktu panjang.

Ekosistem pariwisata Bromo melibatkan masyarakat sekitar secara langsung.

Data Kementerian Kehutanan mengenai pengelolaan wisata Bromo mencatat keterlibatan warga melalui jasa kendaraan jip, penyewaan kuda, hingga kios cenderamata.

Artinya, selama wisatawan belum diperbolehkan masuk, aktivitas usaha yang bergantung pada arus pengunjung berpotensi ikut tertekan.

Dampak aktual terhadap pendapatan masyarakat pada kebakaran kali ini belum dihitung pemerintah.

Baca juga:  DPR Kembali Desak Prabowo Tetapkan Banjir Sumatera sebagai Bencana Nasional

Namun, pengalaman kebakaran Bromo pada 2023 menunjukkan penutupan kawasan wisata dapat menimbulkan konsekuensi ekonomi yang cukup besar.

Karena itu, lamanya penutupan pada 2026 akan menjadi salah satu faktor yang menentukan besarnya dampak terhadap sektor wisata dan masyarakat sekitar.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo sendiri selama ini menempatkan Bromo sebagai penggerak penting kunjungan wisata.

Pemkab bahkan sedang mengembangkan paket wisata yang menghubungkan Bromo dengan destinasi lain agar perputaran ekonomi dari wisatawan dapat menyebar lebih luas.

Belum adanya jadwal pembukaan kembali membuat pelaku wisata harus menunggu hasil penanganan kebakaran dan penilaian keselamatan dari pengelola taman nasional.

Penyebab kebakaran belum dinyatakan secara resmi sebagai kesimpulan akhir.

Namun, penyelidikan masih berlangsung sehingga dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan final mengenai penyebab kebakaran.

Kementerian Kehutanan sejak awal juga memasukkan penyelidikan penyebab kebakaran sebagai bagian dari operasi terpadu bersama pengamanan kawasan, pemetaan areal terdampak, serta perlindungan keanekaragaman hayati.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kebakaran tersebut hingga pembaruan terakhir Senin (10/08/2026).

Meski api utama telah padam, munculnya kebakaran baru menunjukkan fase darurat di Bromo belum sepenuhnya selesai.

Dalam beberapa hari ke depan, tiga hal akan menjadi perhatian utama: memastikan api tidak kembali meluas, menentukan kapan kawasan aman dibuka untuk wisatawan, serta menghitung kerusakan ekologis sebagai dasar pemulihan TNBTS.

Example 300x600
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *